Reses DPRD Didominasi Infrastruktur dan Lapangan Pekerjaan

H Burhanudin Yusuf (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Hasil reses DPRD Lombok Tengah kedua tahun 2017 ini masih didominasi masalah infrastruktur dan lapangan pekerjaan.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, M Samsul Qomar. Dia mengaku, dari sekian banyak konstituen yang disambanginya. Rata-rata mengeluhkan infrastruktur dan lapangan pekerjaan.

Untuk infrastruktur, yang paling dikeluhkan adalah jalan pertanian. Di mana banyaknya jalan pertanian yang tidak layak dilewati sekarang ini. Kondisnya berkubang dan terus menyisakan persoalan sepanjang tahun. ‘’Ini yang paling banyak dikeluhkan soal jalan pertanian ini,’’ katanya.

Selain itu, Qomar juga mengaku banyak menerima aspirasi soal lapangan pekerjaan. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki lapangan pekerjaan. Mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga berpengaruh pada hasil pendapatan. Praktis, persoalan ini memengaruhi tingkat pendapatan yang merujuk pada tingkat kesejahteraan. ‘’Masalah ini masih banyak dihadapi masyarakat kita di bawah dan harus dicarikan solusinya,’’ imbuhnya.

Ditambahkan Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H Burhanudin Yusuf mengatakan, pihaknya juga menerima aspirasi yang sama. Salah satunya soal jalan desa di Sukaraja Kecamatan Praya Timur. Masyarakat setempat meminta agar jalan desa tersebut segera diperbaiki. “Warga Dusun Selandung Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur hanya menginginkan jalan ke desanya segera diperbaiki,” timpalnya terpisah.

Dikatakan, jalan Desa Sukaraja sebenarnya sudah di rekomendasikan untuk dikerjakan akhir tahun 2016 bersamaan dengan Desa Landah. Namun pihaknya tidak mengerti apa yang menyebabkan jalan di Desa Sukaraja tidak serentak dengan Desa Landah. “Saya dulu sudah merekomendasikan agar Desa Landah dan Sukaraja, jalannya samaan dikerjakan, namun saya malah belum mengerti kenapa Landah saja yang sudah,” keluhnya.

Rekomendasi yang telah dibuat lanjutnya, bukan berarti tidak dilaksanakan, sebab pengukuran sudah dilakukan. Namun persisnya pihaknya belum mengetahui apa yang menyebabkan tidak langsung dikerjakan. “Di APBD Perubahan, saya akan kembali menekankan agar bisa dikerjakan, sebab kalau sudah diukur pastinya tinggal akan dikerjakan saja,” akunya.

Memperjuangkan jalan Sukaraja lanjut BY, sebab jalan itu menghubungkan dua desa dan kecamatan. Jalan Sukaraja akan tembus ke Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah. Sehingga jika nanti jalan ini selesai dikerjakan, bisa dinikmati oleh desa lain dan prekonomian dua desa akan meningkat.

Selain masyarakat Desa Sukaraja, masyarakat Mujur juga meminta agar Puskesmas Mujur segera dipindahkan. Sebab, status tanah Puskesmas itu masih dipinjam sampai 2040. “Status Puskesmas Mujur itu dipinjam dan berakhir 2040, makanya masyarakat minta segera dicarikan tempat,” bebernya.

Terhadap hal itu, pihaknya sudah mengembalikan kepada masyarakat, mana yang cocok untuk dibangunkan Puskesmas. Dari hasil survei masyarakat, tentunya itu akan dijadikan sebagai pembanding. “Sebelumnya sekda pernah meminta untuk Puskesmas Mujur dipindahkan di dekat terminal, namun saya tidak setuju sebab di dekat terminal cocoknya pembangunan pertokoan,” ungkapnya (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid