Rencana Pengganti Cidomo Trawangan Ditolak

TANJUNG-Wacana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk mengganti cidomo di Gili Trawangan dengan bemo listrik ditolak. Pasalnya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di Gili Trawangan.

Kepala Desa Gili Indah, Taufik mengatakan, selama ini cidomo menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan berkunjung ke Gili Trawangan. Diyakini jika cidomo diganti dengan bemo listrik, maka akan mengurangi kunjungan. “Cidomo itu sudah menjadi ciri khas, kalau bemo listrik itu tidak ada daya tariknya,” terang pria berotot ini, Selasa (17/5).

Selain itu kata Taufik, ketentuan mengenai cidomo ini juga sudah diatur dalam peraturan desa (perdes) dimana hanya cidomo dan sepeda yang diperbolehkan sebagai alat transportasi yang ada Gili Trawangan. Pengelolaan cidomo sendiri terbilang bagus, baik dalam pergantian kuda yang beroperasi setiap harinya maupun operasionalnya. “Jadi kami menolak wacana bemo listrik tersebut,” terangnya.

Salah seorang kusir cidomo I Gede Sadra mengatakan, dirinya bersama kusir lain yang berada di bawah naungan Koperasi Janur Indah juga menolak wacana penggantian cidomo dengan bemo listrik, kendatipun para kusir yang nantinya akan menjadi sopir bemo listrik. “Saya ini bisanya jadi kusir, bukan jadi sopir,” terangnya.

Dia menuturkan, saat ini pengelolaan cidomo sudah sangat baik. Satu cidomo setidaknya memiliki empat kusir, yang bertugas masing-masing pagi, siang, sore dan malam. Kemudian kuda yang dipergunakan menarik cidomo juga tetap dilakukan perggantian. “Setiap cidomo juga dipasangkan GPS, sehingga dimana cidomo itu, sudah ditahu operator, dan kami semua memiliki SIM. Kami juga dites urin, kalau positif, ya dikeluarkan,” terangnya.

Kemudian berkaitan dengan tarif cidomo yang dikatakan mahal, sebenarnya relatif. Tarif cidomo berdasarkan jarak atau lokasi berpergiannya sendiri sudah tertera di cidomo. “Kalau ada kusir yang meminta bayaran di luar ketentuan, bisa menghubungi call office number yang ada di situ,” ujarnya menunjuk SIM miliknya yang tergantung. (zul)