Remitansi TKI Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Ilustrasi TKI
Ilustrasi TKI

MATARAM–Provinsi NTB menjadi salah satu basis daerah pengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) ke sejumlah negara yang cukup besar secara nasional. Tak heran jika pengiriman uang dari TKI untuk keluarganya memberikan andil yang cukup besar untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Hanya saja, peran pemerintah dalam perlindungan terhadap TKI penyumbang devisa negara ini masih jauh dari harapan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, mencatat bahwa di triwulan I tahun 2017 pengiriman remitansi TKI ke Provinsi NTB mencapai Rp 347,904 miliar lebih. Sementara di semester II tahun 2017 untuk pengiriman remitansi TKI mencapai Rp 463,644 miliar.

“Remitansi TKI di NTB cukup besar peranannya meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Jumat kemarin (18/8).

Endang mengatakan, pengiriman uang remitansi TKI dari berbagai negara tersebut masih didominasi melalui jasa PT POS Indonesia. Sementara pengiriman melalui jasa lembaga perbankan masih tergolong lebih sedikit, jika dibandingkan dengan jasa PT POS.

Seperti remitansi pada semester I tahun 2017 dari total Rp 347,904 miliar, pengiriman melalui jasa perbankan berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) hanya Rp 73,060 miliar. Sementara itu untuk pengiriman melalui jasa PT POS Indonesia sebesar Rp 274,844 miliar, atau sama dengan tiga kali lipat jumlah pengiriman uang melalui jasa perbankan.

Begitu juga di triwulan II tahun 2017, dimana total remitansi mencapai Rp 463,644 miliar. Dari jumlah tersebut, pengiriman yang menggunakan jasa perbankan sebesar Rp 102,066 miliar, sementara pengiriman melalui jasa PT POS mencapai Rp 361,577 miliar lebih.

Penyaluran remitansi melalui PT Pos tercatat lebih tinggi dibandingkan melalui Bank Indonesia. Kondisi ini dimungkinkan karena masyarakat perdesaan lebih familiar dengan PT POS, dan keberadaannya lebih bisa menjangkau hampir setiap desa yang ada di seluruh Provinsi NTB. Selain itu, kemudahan persyaratan dan biaya yang murah juga bisa saja menjadi salah satu jadi pilihan TKI untuk menggunakan jasa POS.

Remitansi diartikan sebagai kiriman uang dari WNI yang bekerja di luar negeri ke Indonesia.  Menurut Bank Indonesia remitansi memberikan sumbangan bagi APBN sebesar 10 persen. Selain itu remitansi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan keuangan inklusif.

Remitansi merupakan sumber yang penting dalam dukungan keuangan yang secara langsung meningkatkan pendapatan rumah tangga migran.Remitansi mendukung investasi rumah tangga dalam kesehatan, pendidikan dan usaha kecil rumah tangga.

Dikatakannya, kondisi triwulan I -2017 remitansi masuk ke Provinsi NTB mencapai lebih dari Rp460 milyar rupiah, lebih tinggi dari remitansi pada triwulan I -2017. Ramadhan, Idul Fitri hingga tahun ajaran baru sekolah diduga menjadi penyebab peningkatan remitansi pada tiwulan ini. Dibandingkan remitansi triwulan II – 2016, remitansi triwulan II – 2017 sedikit lebih rendah.

“Remitansi yang masuk ke NTB cukup besar peranannya dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan apabila disalurkan ke bidang usaha maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi ,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid