Relokasi Pasar Paok Motong Tidak Jelas

Pasar Paok Motong
PASAR: Banyaknya pedagang yang melakukan bongkar muat di pinggiran jalan raya depan Pasar Paok Motong, telah menyebabkan kemacetan parah setiap harinya. Sehingga solusinya adalah memindahkan para pedagang ke pasar baru yang telah dibangun, namun terbentur dengan kapasitas pasar. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG — Kemacetan di depan Pasar Paok Motong masih saja terjadi. Terutama pada pagi hari yang merupakan waktu para pedagang menurunkan barang dagangannya. Guna mengatasi permasalahan ini, pemerintah daerah pada tahun 2017 telah melakukan pembangunan pasar baru, sebagai solusi untuk menghindari adanya kemacetan.

Salah satu pedagang di Pasar Paok Motong, Sapiah mengaku setiap hari di jalan raya depan pasar memang selalu macet. Penyebabnya banyak mobil yang membawa barang dagangan berhenti di pinggir jalan pada saat bongkar pasar. “Kalau tidak salah pada akhr tahun 2017 yang lalu, pemerintah daerah ingin merelokasi pedagang ke pasar baru. Tetapi sampai sekarang belum juga dilakukan,” katanya Senin kemarin (1/10).

Disampaikan, sebenarnya para pedagang sendiri ingin secepatnya dipindahkan, apabila kondisi pasar baru telah memungkinkan. Selain itu, melihat lokasi pasar baru ini, dia juga beranggapan para pedagang akan lebih baik dan lebih nyaman, serta terpenting dapat menghindari kemacetan. “Kalau saya pribadi saya siap dipindahkan, tetapi dengan syarat semua pedagang yang ada disini dipindahkan semua. Kan ini salah satu solusinnya untuk menghindari kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappenda Lotim, Salmun Rahman mengatakan bahwa relokasi belum bisa dlakukan, karena masih terbentur persoalan sarana dan prasarana yang belum memadai. Dimana untuk melakukan relokasi pedagang, jumlah pedagang di pasar lama tidak sebanding dengan jumlah Ruko atau Los yang ada di pasar baru. Salah satu caranya agar bisa dipindah semua, yakni dengan cara menambah bangunan jumlah toko. Hanya saja masih terbentur dengan lahan. “Sebenarnya kita dari dulu ingin pindahkan pedagang ketempat yang baru. Namun salah satu permasalahannya, kita kekurangan jumlah areal,” bebernya.

BACA JUGA: Sukiman Imbau Masyarakat Hentikan Kegiatan Saat Azan

Selain terbentur jumlah toko, persoalan yang dihadapi saat ini belum ada titik terang dari pemerintah provinsi yang ingin memberikan area atau lahan sebagai tempat pembangunan pasar baru di dekat Pasar Paok Motong. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari pemerintah provinisi selaku pemilik lahan.

“Semoga saja di kepemimpinan yang baru ini ada kejelasan dari pihak provinsi, agar memberikan lahannya yang ada di samping Pasar Paok Motong yang baru. Sehingga kemacetan yang sering ditimbulkan di pasar lama bisa dihindari,” harapnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut