Rektor UIN Mataram Apresiasi Gelar Guru Besar Profesor Jamaluddin

Prof Dr H Mutawalli, M.Ag (Faisal Haris/radar lombok)

MATARAM – Universiatas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali memiliki guru besar yang akan menambah energi baru di Kampus.

Pengukuhan Prof Dr H Jamaluddin, MA sebagai guru besar bidang sejarah dan pradaban Islam yang akan dilaksanakan di gedung auditorium UIN Mataram pada, Sabtu (4/9/2020). Rektor UIN Mataram, Prof Dr H Mutawalli, M.Ag mengaku bangga dan bahagi karena UIN Mataram kembali menghadirkan gelar guru besar. “Saya sebagai pimpin UIN Mataram, merasa bangga, senang, karena semakin hari semakin bertambah guru besar kita di UIN Mataram,”katanya saat ditemui Radar Lombok, Jumat (4/9/2020).

Menurutnya, dengan adanya tambahan guru besar lagi di UIN Mataram, tentu dirasa sebagai bagian implikasi, akselerasi guru besar yang diprogramkan oleh UIN Mataram. “Alhamdulillah sejak 2017 lalu sampai sekarang ini penambahan guru besar di UIN Mataram cukup signifikan. Mudahan dalam waktu dekat juga akan ada penambahan dua sampai tiga orang lagi, jika tidak ada halangan,”ungkapnya.

Jika dijumlahkan sejak 2017 lalu, katanya, guru besar yang telah dikukuhkan delapan orang dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya cukup lama tapi UIN Mataram mampu membuktikan dalam rentan waktu yang tidak terlalu lama banyak mengahadirkan guru besar.”Tapi alhamdulillah, berkat doa dan dukungan serta komitmen semua, kita bisa mamajukan lembaga pendidikan,”terangnya.

Tentu dengan kehadiran Prof Jamaluddin yang akan dikukuhkan sebagai guru besar yang ke -11 dirasa memberikan energi baru dibidang akademik khususnya di UIN Mataram. Terlebih Prof. Jamaluddin memiliki spesialisasinya dibidang sejarah. “Maka tentu harapan kita nanti Pak Prof Jamaluddin terus memberikan kita pemikiran-pemikiran untuk bagaimana mamajukan lembaga. Bagaimana untuk meningkatkan akademik di UIN Mataram,” harapnya.

Oleh sebab itu, sambung Prof Mutawalli sangat memberikan apresasi pengukuhan guru besar kepada Prof Jamaluddin. “Ya sangat luar biasa kita apresiasi, karena kita dukung semua pihak. Siapapun kita dukung untuk percepatan guru besar. Bahkan kalau saya tidak keliru, pada tahun 2020 ini ada 15 orang yang sedang berproses meraih guru besar,” katanya.

Ia juga melihat dari sosok Prof Jamaluddin yang patut untuk ditiru oleh semua orang. Selain masih muda,juga memiliki andil dalam memajukan UIN Mataram hingga saat ini. “Saya kira beliau (Prof Jamaluddin) masih muda dan masih bisa berkontribusi terhadap lembaga. Bagaimana iklim akademik ini harus ditingkatkan, itu saya liat dari beliau selain dia masih muda dan energik. Tentu dengan keberadaan dia ya bisa menjadi motivasi bagi yang lain-lain supaya segera menyusul,” katanya.

Disamping itu, Prof Mutawalli juga berharap bagi dosen-dosen yang lain di UIN Mataram bisa mengikuti jejak dari Prof Jamaluddin. Terlebih bisa dijadikan energi baru dibidang akademik juga bisa menjadi pemacu semangat bagi dosen yang lain agar bisa segera mengajukan diri menjadi guru besar. Apalagi bagi dosen muda yang sudah memenuhi syarat. “Ya tentu, seperti saya katakan tadi, ini bisa dijadikan energi akademik itu sendiri, menjadi motivasi, menjadi inspirasi bagi dosen-dosen yang mungkin belum dan yang masih sedang berproses. Itu yang kita harapkan sekali kepada dosen-dosen yang sudah memenuhi syarat sama sekali untuk segera mengajukan diri menjadi guru besar,”harapnya.

Faktor yang paling penting adalah dosen itu sendiri, karena disana terkait masalah kesiapan secara akademik terutama jurnalnya. Harus mempunyai jurnal yang bereputasi. Oleh sebab itu masing-masing dosen harus mempersiapkan diri untuk menuju proses-proses akademik itu supaya lebih ditingkatkan lagi.

Disisi lain, ditegaskan, bahwa palaksanaan pengukuhan akan dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19. Dimana akan dihadiri oleh para tamu undangan. “Kita tetap melaksanakan dengan standar protokol Covid-19, jangan sampai kita melanggar, karena kita harus jadi contoh,”tutupnya. (sal)