Rekrutmen Guru Honorer Dimulai Oktober

Rekrutmen Guru Honorer Dimulai Oktober
PEMBEKALAN: Para pengawas, kepala sekolah dan calon kepala sekolah SMA/SMK/SLB dikumpulkan untuk diberikan pembekalan di Gedung Graha Bhakti Kantor Gubernur, Selasa kemarin (11/7). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Pemerintah Provinsi NTB akan melaksanakan rekrutmen guru honorer untuk SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB), pada bulan Oktober mendatang. Hal tersebut diputuskan setelah melalui berbagai pertimbangan.

Langkah tersebut juga menegaskan, bahwa tenaga guru honorer saat ini yang mengajar di SMA/SMK dan SLB belum diakui Pemprov. “Setelah tahun ajaran baru dimulai, kita akan proses rekrutmen terbuka pada bulan Oktober hingga Desember,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H Muhammad Suruji kepada Radar Lombok di sela-sela kegiatan pembekalan pengawas SMA/SMK/SLB, kepala sekolah dan calon kepala sekolah di gedung Graha Bhakti Kantor gubernur, Selasa kemarin (11/7).

Pernyataan Suruji kali ini, berbeda dengan bulan Juni lalu. Sebelumnya, Suruji mengaku telah mempersiapkan gaji untuk para guru honorer SMA/SMK/SLB itu. Tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) sebagai payung hukum untuk pembayaran gaji.

SK yang dimaksud yaitu SK Gubernur tentang Penetapan Biaya Pembayaran Honor Jam Mengajar di Provinsi NTB. SK tersebut menjadi payung hukum untuk segera diakomodir guru-guru honorer kabupaten/kota yang telah beralih ke provinsi. “Semua guru honorer baik yang punya SK dari Bupati/walikota atau sekolah, harus ikut seleksi. Kecuali bagi honorer yang sudah sertifikasi, itu tidak kita ganggu gugat,” ujarnya.

Dikatakan Suruji, jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat SMA/SMK/SLB sekitar 4.800 orang. Sementara guru honorer jumlahnya sekitar 6.700 orang. “Kita ini kekurangan guru PNS, dan kelebihan honorer. Yang dibutuhkan honorer itu hanya 3 ribuan, makanya Oktober kita tata,” ucapnya.

Banyaknya guru honorer tersebut, akan diseleksi secara ketat sebelum diangkat menjadi pegawai provinsi. Nantinya, sebanyak 3.000 guru honorer akan ditempatkan di SMA/SMK/SLB negeri dan sekitar 1.000 guru honorer untuk SMA/SMK/SLB swasta.

Sementara untuk honorer yang masih tersisa tinggal 2.000 orang itu, bisa saja akan tetap direkrut untuk tenaga administrasi. Namun, tentu saja tidak bisa semuanya bisa diakomodir. “Guru honorer yang ikut seleksi, yang nilainya rendah akan ditaruh untuk administrasi. Tapi harus bisa komputer dan internet. Pokoknya sebanyak mungkin akan kita akomodir,” katanya berjanji.

Selain itu, Suruji dalam laporannya di hadapan gubernur menyampaikan, kondisi pendidikan yang diterima provinsi dari kabupaten/kota terdapat masalah seperti persebaran guru. Pasalnya, banyak wilayah yang penyebaran gurunya tidak merata dan itu sangat memprihatinkan.

Karena itu, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan juga mutasi guru antar wilayah. “Makanya kita akan benahi semuanya, pembekalan ini salah satunya untuk memperbaiki pendidikan kita,” ujar Suruji.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, semua tenaga kependidikan harus memiliki integritas. Terutama kepala sekolah selaku pemimpin agar bisa menjadi fasilitator yang baik.

Bagi gubernur, pendidikan di sekolah bukan hanya tentang pengetahuan saja. Namun lebih dari itu, sekolah harus mampu memanusiakan manusia. “Jangan hanya berikan penghargaan pada siswa yang berprestasi saja, tapi siswa yang berakhlak juga harus diapresiasi,” pesannya. (zwr)