Rekomendasi Datok Bagu Pengaruhi Dukungan PKB?

Dr. Agus (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pengamat Politik UIN Mataram Dr. Ihsan Hamid menilai, rekomendasi dukungan dari tokoh ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai hal wajar dan bagus untuk menunjukkan dukungan secara kultural di basis pemilih akar rumput oleh seorang tokoh atau ormas.

“Untuk di tingkat kultural, pengaruh rekomendasi dukungan dari tokoh ormas, dan tokoh agama punya pengaruh signifikan untuk memengaruhi suara pemilih di tingkat grass root atau akar rumput,” kata Dosen UIN Mataram ini kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (5/7).

Namun jika tujuan dari rekomendasi dukungan dari tokoh ormas maupun tokoh agama untuk memengaruhi dukungan parpol atau rekomendasi parpol ke pasangan calon (paslon), itu biasanya tidak akan berpengaruh signifikan. Karena sifatnya hanya akan menjadi bahan pertimbangan atas kedekatan afiliasi ormas dan ketokohan. “Biasanya hanya sampai sebatas itu,” imbuhnya.

Sehingga rekomendasi dukungan oleh tokoh, lembaga atau ormas seperti itu akan lebih berpengaruh untuk mengarahkan pemilih tradisional atau pemilih akar rumput kepada paslon. Sebab itu, paslon yang bertarung di pilkada bisa akan saling memperebutkan rekomendasi dukungan dari tokoh ormas, dan tokoh agama untuk menambah dan memperkuat basis dukungan pemilih.

Baca Juga :  Zul-Rohmi Bakal Makin Terpojok di Parlemen

Tidak mengherankan kemudian ada dua klaim didukung oleh Datok Bagu dari dua paslon yakni Suhaili FT-Asrul Sani dan Lalu Gita Ariadi- Sukiman Azmy. “Namun setidaknya ini jadi pertimbangan dari parpol untuk berikan dukungan final,” terangnya.

Sementara itu, pengamat politik lainnya, Dr. Agus mengatakan, ada beberapa pendekatan yang biasanya dilakukan parpol dalam menentukan arah dukungan final di pilkada.

Pertama pendekatan ilmiah yang biasa dilakukan dengan mengacu kepada hasil survei terkait tingkat elektabilitas dari paslon.

Kedua, pendekatan sumber daya. Artinya, arah dukungan dari parpol bisa dipengaruhi dan ditentukan dari berapa besar kekuatan atau sumber daya dimiliki paslon. Termasuk kekuatan logistik atau finansial yang dimiliki.

Bagaimanapun, dalam kerja-kerja politik pemenangan di pilkada, akan sangat dipengaruhi sejauh mana kekuatan finansial atau logistik untuk menggerakkan semua potensi dukungan. “Jika logistik lemah, akan berpengaruh terhadap kerja mesin parpol maupun relawan,” tandasnya.

Baca Juga :  Tujuh Staf Bawaslu Dicatut Masuk Parpol

Ketiga, pendekatan sosial kultural. Pendekatan ini dilakukan paslon dengan berlomba-lomba meminta rekomendasi dukungan dari tokoh ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat maupun tokoh berpengaruhnya.

Dengan adanya dukungan dari tokoh akan bisa memengaruhi dukungan dari parpol. Untuk kasus rekomendasi dukungan dari Datok Bagu ke Lalu Gita Ariadi-Sukiman Azmy, dukungan itu bisa memengaruhi DPP PKB untuk memberikan dukungan kepada paslon tertentu. “Saya kira ini akan signifikan jadi potensi dukungan DPP PKB ke paslon Lalu Gita-Sukiman,” ucapnya.

Terkait rekomendasi dukungan dari Datok Bagu kepada Suhaili FT-Asrul Sani, yang kemudian dibantah oleh pihak Yayasan, Agus mengatakan, hal itu perlu dilihat dari pintu mana paslon Suhaili-Asrul memperoleh rekomendasi dukungan dari Datok Bagu.

Begitu juga di DPP PKB, pasti ada beberapa pintu yang dilalui oleh paslon untuk bisa memengaruhi SK rekomendasi dukungan parpol. “Dan hampir semua parpol memiliki hal tersebut,” lugasnya. (yan)

Komentar Anda