Rekanan Ajukan Tambahan Waktu

LABUAN HAJI: Pelabuhan Labuan Haji, yang sampai saat ini masih dilakukan pengerukan oleh pihak rekanan (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan kontraktor yang mengeruk kolam sandar Pelabuhan Labuan Haji. Pertamuan itu juga melibatkan tim TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong, tim teknis, dan peneliti kontrak. Dalam pertemuan itu, pihak kontraktor mengajukan permintaan tambahan waktu untuk menuntaskan pengerukan  yang sebelumnya cukup lama molor.

Sejauh ini, kapal pengeruk yang sempat lama terparkir di perairan Labuan  Haji terlihat sudah mulai beraktifitas melakukan perakitan sejumlah fasilitas yang akan digunakan untuk melakukan pengerukan. Rencananya pengerukan itu sendiri akan mulai dilakukan hari ini (kemarin).

“Pihak kontraktor minta perpanjangan waktu. Mereka memberikan penjelasan terhadap kendala dan kesulitan yang dihadapi,” ungkap Plt Kadis PU Lotim, Satriadi, Kamis (8/12).

Namun untuk sementara ini lanjutnya, pihaknya belum memberikan keputusan permohonan pengajuan tambahan waktu yang diminta pihak kontraktor. Sebab, keputusan akhir sepenuhnya berada ditangan PKK.

Yang jelas, pihak kontraktor sendiri sebutnya, siap akan menerima segala konsekuensi jika permohonan pengajuan mereka itu ditolak. “Kalau pengerjaannya melebihi batas waktu kontrak, kelebihan waktu tersebut mereka akan dikenai denda,” terangnya.

BACA JUGA :  Calon Haji Diminta Jaga Kesehatan

Saat ini tahapan pengerukan kolam sandar pelabuhan telah dimulai. Dimana kapal pendukung untuk pengerukan telah mulai merakit pipa dan menyiapkan jalur agar kapal pengeruk yang berukuran lebih besar bisa masuk ke area kolam labuh. Rencananya hari ini proses pengerukan akan dilakukan.

Sementara Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Labuhan Haji, Hasibullah berharap proses pengerukan bisa segera dilakukan pihak kontraktor. Karena jika kolam labuh sudah dikeruk dengan kedalaman 7 meter dari permuakaan air laut, maka aktivitas Pelabuhan Labuhan Haji akan semakin meningkat.

“Banyak kapal-kapal besar yang nanti akan bisa masuk. Misalnya kapal pengangkut semen, kapal pengangkut minyak, pengangkut pupuk, dan yang lainnya bisa masuk. Karena selama ini kami tunda,” jawabnya.

Kapal dengan tonase yang lebih besar, diyakini nanti akan lebih banyak masuk melalui Pelabuhan Haji. Dimana hal itu akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah. Lebih dari itu, masyarakat sekitar Labuhan Haji juga akan merasakan dampak ekonomi dengan meningkatnya aktivitas di pelabuhan tersebut. (lie)