Rekan Meninggal Covid-19, Ratusan ASN Jalani Rapid Tes

RAPID TES: Para ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah saat dilakukan rapid test, usai salah satu ASN dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal, Selasa kemarin (20/10). (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng), berinisial A, 55 tahun, asal Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, meninggal dunia karena terpapar virus corona. Korban meninggal setelah mendapat perawatan di RSU Provinsi NTB, dan korban juga dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Adanya ASN lingkup Pemkab yang positif corona ini, maka pihak Pemkab Loteng pun langsung bergerak cepat memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dimana, ratusan ASN  yang ada di d jajaran Setda Lombok Tengah, mulai menjalani rapid tes di ruang rapat kantor Bupati, Selasa kemarin (20/10).

Ketua Koordinator Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lombok Tengah, Murdi  menegaskan, bahwa korban meninggal dunia saat di rawat di RSU Provinsi NTB, dan hasil swab dinyatakan positif covid-19. “Korban meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 04.00 wita, dan kita juga langsung melakukan rafid tes, dimana target rapid tes hari ini 100 orang,“ ungkap Murdi, Selasa kemarin.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BPBD Lombok Tengah ini menegaskan, bahwa korban diketahui juga mengidap penyakit gangguan di pernapasan atau memiliki peyakit penyerta. Untuk mencegah penularannya, pihaknya langsung melakukan penyemprotan disinfektan dan tracking kontak dengan melakukan rapid tes terhadap ASN yang ada di Setda dan wilayah tempat tinggal korban. “Jadi kita langsung melakukan tracking kontak dengan cara rapid Tes, terhadap orang- orang yang kemungkinan pernah kontak dengan korban,” tambahnya.

Ia kembali menegaskan, bahwa sasaran rapid tes ini adalah ASN maupun kepala OPD yang berdekatan kerja dengan korban yang ada di Setda Lombok Tengah. Dalam tracking kontak itu, pihaknya melibatkan tim surveilans Covid-19 dari Puskesmas Praya dan Puskesmas Puyung. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan kerja di Gedung Kantor Bupati Lombok Tengah, termasuk ruangan Lif. “Jadi yang kita tracing itu di Lingkungan kerja dan tempat tinggal. Sementara pegawai yang ada di bagian BPBJ juga mereka mulai kerja dari Rumah,” tegasnya.

Dengan adanya kasus yang menimpa ASN berinisial A  ini, maka berdasarkan data jumlah kumulatif pasien Covid di Lombok Tengah mencapai 243 orang dan sembuh 211 orang. Sedangkan untuk pasien positif yang masih dirawat saat ini 27 orang. Oleh petugas juga sudah berusaha melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran penyakit ini. “Sampai dengan saat ini memang pasien meninggal covid-19 di daerah kita menjadi 16 orang setelah ada penambahan satu hari ini,” jelasnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaPemprov Ingin Bangun Jalur Kereta Api
Berita berikutnyaAMM Mataram Harus Bayar Sewa Rp 4,4 Miliar Ke Pemkab Lobar