REI Siap Jadi Agen Marketing KEK Mandalika

CENDERAMATA: Ketua Umum DPP REI, Sulaiman Sumawisata, didampingi Ketua DPD REI NTB, H. Mahfuddin Mahrup, dan perwakilan dari Kemenpar RI, memberikan cenderamata kepada Sekda NTB, Senin kemarin (3/4) ( LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Peringatan Hari jadi Real Estate Indonesia (REI) ke 45 tahun yang digelar di Nusa Dua Bali, juga dimanfaatkan untuk berkunjung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Senin kemarin (3/4). Lebih dari 200 orang pengusaha property se Indonesia yang tergabung dalam organisasi REI menyaksikan langsung keindahan dan potensi untuk berinvesi di KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Rombongan lebih dari 200 orang anggota REI tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP REI, Sulaiman Sumawinata didamping Ketua DPD REI NTB, H. Mahfuddin Mahrup dan Direktur Pengembangan ITDC, Edwin.

Lebih dari 200 orang anggota REI se Indonesia terkesima dengan keindahan alam di KEK Mandalika. Terlebih lagi setelah mendengar pemaparan konsep pembangunan yang ditawarkan oleh ITDC di KEK Mandalika oleh Direktur Pengembangan ITDC, Edwin, terkait kosenp eco friendly dan memberikan berbagai intensiv mendapatkan antusias dan tanggapan positif dari ratusan anggota REI.

[postingan number=3 tag=”mandalika”]

Ketua Umum DPP REI, Sulaiman Sumawinata mengaku sejumlah anggota REI siap menanamkan investasinya di KEK Mandalika, mulai dari membangun hotel dan lainnya sesuai dengan peruntukan yang menjadi konsep penataan di kawasan Mandalika tersebut.

Selain itu anggota REI tertarik berinvestasi,  DPP REI jugas siap menjadi agen marketing yang akan mempromosikan KEK Mandalika di Jakarta kepada pengusaha internasional lainnya. “Mandalika ini yang anggota REI incar. Nanti akan kami kumpulkan semua pengusaha untuk mengajak mereka berinvestasi di KEK Mandalika,” ucapnya.

Menurut Sulaiman, organisasi pengembang yang tergabung dalam REI itu multi produk. Semua ahli di dalam REI itu ada, mulai dari pengusaha hotel, perkantoran, dan berbagai macam infrastruktur lainnya. Selain itu REI juga siap mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan pariwisata melalui KEK Mandalika.

Dengan kehadiran REI ikut andil berinvestasi di KEK Mandalika, akan menjadi penggerak ekonomi dan siap mendukung program pemerintah dalam membangun pariwisata di KEK Mandalika. Dengan catatan dalam berinvestasi pihak pengelola harus memberikan kepastian lahan dan kesiapan infrastruktur dasar di dalam kawasan Mandalika tersebut.

“Apalagi kami sangat tertarik dengan konsep pariwisata Destinasi Halal Honeymoon. Harapanya juga ekonomi di NTB akan semakin membaik,” ungkapnya.

Direktur Pengembangan ITDC, Edwin memaparkan berbagai kemudahan dan kelebihan berinvestasi di KEK Mandalika dengan luas lahan mencapai 1.129 hektar lebih. Seperti kemudahan dalam keringanan pajak, mepermudah proses perizinan dengan menerapkan satu pintu di Administrator KEK untuk semua bentuk perizinan serta berbagai kelebihan dan kemudahan lainnya termasuk memberikana intesif.

Jika di tempat lain, investor hanya diberikan pengelolaan dengan mendapatkan Hak Guna Bangunan (HGB) paling lama 30 tahun, maka di KEK  Mandalika diberikan HGB hingga 80 tahun. Selain itu, investor yang telah mendapatkan HGB itu bisa menerbitkan seritifkat atas nama pribadi mereka. Karena ITDC bekerjasama dengan BPN dan pihak terkait lainnya.

Kemudahan lainnya adalah, bagi investor yang sudah memiliki HGB di KEK Mandalika, maka mereka bisa menjadikannya agunan/jaminan di perbankan dalam hal ini di Bank Mandiri. Bank Mandiri akan memberikan suku bunga yang jauh lebih murah dibandingkan kredit biasanya (reguler). Cukup hanya dengan menghubungi ITDC dan diberikan surat dan selanjutnya dikomunikasikan dengan pihak Bank Mandiri, maka investor tersebut akan mendapatkan layanan dan suku bunga menarik dan murah dari Bank Mandiri.

Selain itu, berbagai infrastruktur dasar dan pendukung lainnya menjadi tanggungjawab dari ITDC. Dimana saat ini sudah operasional pengolahan air laut (sea Water) dengan kapasitas 6 juta liter/hari. Termasuk juga pengolahan air limbah dan kesiapan listrik menggunakan PLTS yang menerapkan konsep eco friendly.

“Jadi investor itu tinggal membangun saja. Listri, air dan pembuangan limbah sudah menjadi urusan ITDC mengolahnya. Tinggal cok saja, investor tinggal jalankan usaha,” jelasnya.

Selain itu di Kawasan Mandalika juga akan dibangun sirkuit internasional MotoGP yang akan dikerjakan oleh perusahaan BUMN dari Perancis. Untuk kepastian pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika sudah dipastikan dengan ditandatanganinya MoU antara ITDC dan perusahaan BUMN Perancis dihadapan Presiden Perancis minggu lalu.

Selain itu juga, di di KEK Mandalika akan dibangun Marina tempat kapal Yacht dari berbagai negara di dunia. Bahkan untuk investor yang berinvestasi di KEK Mandalika juga mendapatkan asuransi dari Jamkrindo, Askrindo dan Askrida. “Jadi berbagai kemudahan dan tax intensive diperoleh oleh investor yang berinvestasi di KEK Mandalika,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid