Regulator Motorsport Cek Sirkuit Mandalika

CEK: Tim dari FIA selaku regulator motorsport roda empat dari Amerika dan dari IMI saat melihat sirkuit dalam rangka mendapatkan homologasi buat roda empat, Kamis (24/3). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Setelah sukses melakukan event Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP. Kini Pertamina International Street Circuit, akan dijadikan sebagai lokasi balapan mobil. Bahkan untuk mengecek kesiapan gelaran balap mobil oleh tim turun langsung ke Sirkuit Mandalika.

Terlebih Sirkuit Mandalika diketahui masuk sebagai lokasi seri ke enam Gt World Challenge Asia. Sehingga dari Federasi Otomotif Internasional (FIA) selaku regulator motorsport roda empat dari Amerika dan tiga orang dari Ikatan Motor Indonesia ( IMI) ditemani dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melihat sirkuit untuk mendapatkan homologasi buat roda empat.

Pengecekan meliputi kualitas aspal lintasan, serta sejumlah fasilitas penunjang sirkuit lainnya. Peninjauan oleh FIA selaku regulator motorsport roda empat dilakukan agar sirkuit tersebut, mendapat homologasi, agar bisa menggelar ajang balap mobil dunia. Karena seperti diketahui sirkuit tersebut masuk dalam kalender ajang balap mobil Gt World Challenge Asia pada 21-23 Oktober mendatang.

Direktur MGPA, Priandhi Satria mengatakan, sebelum gelaran balap mobil Gt World Challenge Asia yang merupakan ajang balap mobil yang dipromotori Stephane Ratel Organisation, serta diselenggarakan oleh tim Asia One Gt Management. Maka terlebih dahulu sirkuit dicek. Mengingat sirkuit tersebut tercatat masuk dalam kalender ajang balapan mobil seri keenam setelah Sirkuit Okayama Jepang pada Oktober mendatang. “Ini untuk melihat Pertamina International Street Circuit dalam rangka homologasi untuk balapan kendaraan roda empat. Jadi regulator motorsport roda empat meninjau lintasan dari garis start dengan cara berjalan kaki ditengah lintasan, dan berhenti disetiap titik-titik yang menurut mereka perlu dilihat dan di waspadai,” ungkap Priandhi Satria saat memantau Sirkuit Mandalika, Kamis (24/3).

BACA JUGA :  NTB Bersiap Gelar Kejuaraan Dunia Motocross MXGP di Samota

Tim berjalan kaki sambil membawa catatan dengan tujuan ke depan ketika berkorespondensi dengan FIA, maka sudah ada bayangan. Terlebih saat mereka pulang akan membawa foto dan video. Oleh MGPA juga akan mengirimkan bahan- bahan saat pembuatan sirkuit, baik dari sisi lebar lintasan secara akurat hingga berbagai hal lainnya. “Mereka juga tentu akan mengirimkan apa yang menjadi standar FIA dan standar FIA dengan standar Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) tentu berbeda. Jadi apa yang harus diubah dan diperbaiki serta sumbang saran harus kita tunggu secara resmi dari FIA. Makanya berbagai dokumen pendukung kita serahkan dua atau tiga minggu ke depan,” terangnya.

BACA JUGA :  Dalam Birokrasi, Pergantian Sekda Dinilai Wajar

Priandhi menambahkan, pemerintah berharap balapan mobil ini bisa terselenggara di Pertamina International Street Circuit. Event- event internasional penting dilakukan dalam rangka memperkenalkan dan menjual Indonesia di dunia internasional. “Homologasi ini bertingkat juga. Jadi sudah ada acuan hingga bisa mendapatkan homologasi A dan kita lihat dari mereka untuk mendapatkan homologasi itu butuh apa saja,” terangnya.

Ia mengaku tidak masalah jika homologasi untuk Formula 1 tidak bisa, terlebih untuk jadwal Formula 1 untuk tahun 2022 ini sudah dipesan semua. Sehingga jangan sampai nantinya terkesan mendadak mengundang Formula 1. “Apalagi memang membutuhkan proses jadi, tidak segampang itu dalam mengundang untuk balapan. Karena kita mesti pikirkan jumlah pesawat dan kargonya dan lain sebagainya,” terangnya. (met)