Regulasi Berubah, Retribusi Menara Diperhitungkan Anjlok

Mujadid Muhas(HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG -Perubahan regulasi penarikan jasa umum yang dilakukan Pemkab Lombok Utara sesuai putusan Mahkamah Kontitusi Nomor 46/PUU-XII/2014 tanggal 26 Mei 2015 dan surat yang dikeluarkan Kementrian Keuangan dengan Nomor S-349/PK/2015 perihal penetapan penghitungan tarif retribusi pengendalian menara telekomunikasi. Maka, pemerintah daerah pun harus mengubah peraturan daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2010 tentang Retribusi Golongan Jasa Umum.

Dalam perubahan perda tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Utara menghitung-hitung akan terjadi penurunan dari retribusi menara. Hal ini disebabkan dalam isi regulasi yang dirubah, retribusi penyelenggaraan menara boleh melakukan penarikan namun formatnya dirubah. “Dulu basis SPPT NJOP yang menerbiktan adalah Dispenda, kemudian itu dibuatkan surat keterangan retribus daerah (SK RD), dari SK RD ini kemudian diterbitkan lagi surat tagihan retribusi daerah (ST RD) berdasarkan SPPT dari Dispenda. Adanya keputusan MK, bahwa penghitungan retribusi menara tidak sama dengan mekanisme sebelumnya. Di dalam format itu seperti lebih kecil,” ungkap Kepala Bidang Elektronik dan Government Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Utara, Mujaddid Muhas seusai menghadiri rapat paripurna pandangan fraksi mengenai perubahan Raperda, Senin (16/1). 

[postingan number=3 tag=”klu”]

Ia sendiri saat ini belum berani memastikan apakah mengalami penurunan atau kenaikan. Namun, menurutnya sesuai format yang ada saja dipastikan agak mengalami penurunan. Disebutkan, penarikan retribus menara dalam setahun bisa dipastikan dari review (perubahan perda) ini mengalami penurunan. “Tetapi jumlah menara mengalami peningkatakan, ini yang perlu kami tata apalagi adanya regulasi lebih lengkap. Kedepan kita mau tata dan benahi,” tandasnya.

Kemudian, khusus pada tahun kemarin adanya putusan MK, sehingga format retribusi berubah dan diperlukan penyesuaian regulasi tersebut. Kalau tahun-tahun sebelumnya mungkin menurutnya, belum memiliki data akurat. “Sekarang kita akan mulai mendata lebih akurat baik di laut (tigi gili) dan dari Loloan (Bayan) hingga Malaka (Pemenang). Jumlah data menara hingga saat ini sesuai data sebanyak 91 unit,” ungkapnya.

Disentil soal masih banyak menara yang tidak mengantong izin. Dedi sapaan akrabnya, belum berani berkomentar jauh. Ia sendiri menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan pendataan. “Kita harus segera selesaikan regulasi ini dulu, baru kita bersingeri. Dan kita mohon kepala daerah memprodak turunan Perda ini menjadi Perbup,” katanya. 

Oleh karena itu, dengan pembahasan perubahan Raperda ini. Ia berharap supaya bersingeri bersama DPRD karena hal ini menyangkut kepentingan publik. Menurutnya, dari pndangan fraksi yang disampaikan dewan sudah merespon dengan baik untuk menyegerakan penyelesain Raperda tersebut. Setelah Raperda ini ditetapkan dan perbup sudah tuntas, baru selanjutnya melakukan sosialisasi kepada perusahaan provider untuk memenuhi syarat-syarat sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara, Sudirsah Sujanto menyatakan, pihaknya akan menyegerakan untuk menetapkan raperda retribusi jasa umum sebagai yuridis formal dalam melakukan penarikan retribusi, termasuk juga retibusi menara tersebut. “Adanya perubahan perda ini diharapkan bisa menjadi penarikan retribusi sebagai tambahan pemasukan PAD. Kami akan mempercepat pembahasannya,” katanya.

Pembahasan Raperda ini, jelasnya, ada beberapa mekanisme yang harus dilalui. Yaitu penyampaikan kepala daerah mengenai penyusunan Raperda itu, kemudian ada tanggapan dari semua fraksi yang ada di dewan termasuk seperti hari ini (kemarin), baru selanjutnya dijawab kembali oleh kepala daerah. Setelah itu, baru pihaknya akan membentuk panitia khusus (Pansus) yang bekerja dengan batas waktu 10 hari. “Dalam tempo waktu itu harus bisa ditetapkan menjadi Perda. Penetapan Raperda ini tidak membutuhkan waktu lama, karena hanya perubahan untuk menyesuaikan pasal mana saja yang disesuaikan dengan perubahan regulasi yang diatasnya,” pungkasnya. (flo)