Regenerasi Atlet Pencak Silat Minim

TUTUP : Beberapa toko di Cakranegara terlihat tutup kemarin. Meski begitu secara umum aktivitas perekonomian tetap normal (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM–Pengurus Provinis (Pengprov)  Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) NTB mennilai pembinaan atlet pencak silat sangat minim. Pasalnya regenerasi saat ini yang akan menggantikan seniornya dianggap belum ada yang terlihat.

“Selain itu, jumlah atlet  silat makin menyusut. Pembinaan dan pelatihan selama ini menjadi asupan para atlet tidak terencana dan terprogram dengan baik,” ungkap Wakil ketua IPSI NTB, Wibowo Budi Santoso, Jumat (4/11).

Pihkanya menyadari regenerasi pencak silat merosot dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Terbukti dengan lemahnya koordinasi antara perguruan silat, Pengcab maupun Pengkot IPSI kepada pengurus provinsi.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mengakui lemahnya Pengprov IPSI NTB dalam memajukan olaharaga bela diri. “Ya itulah persoalan yang kita hadapi apalagi sampai hari ini minimnya kompetisi di semua jenjang sehingga wajar regenerasi tidak ada,’’ tegasnya.

Dengan lemahnya koordinasi dan minimnya kompetisi di semua jenjang, pihaknya meminta kepada Pengprov agar segera mengambil langkah untuk menyelenggarakan kejuaraan. “Ini adalah langkah yang kita ambil demi efektif dan efesiennya proses regenerasi,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih pencak silat NTB, Dedy S Darere, mengamini apa yang disampaikan oleh wakil ketua IPSI NTB. Ia mengakui bahwa kompetisi sangat jarang digelar dan pihaknya merasa kesulitan mencari atlet yang akan kita bina.

Ia juga memaparkan tentang minimnya kompetisi. Padahal kegiatan tersebut dianggapnya penting untuk memunculkan bibit pesilat berprestasi. (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid