REFLEKSI HUT NTB KE-63 DALAM CATATAN DPRD PROVINSI NTB

Distinasi Wisata dan Ruas Jalan Banyak Rusak

PARIPURNA : DPRD) Provinsi NTB saat gelar sidang paripurna dalam rangka Ulang Tahun (HUT) NTB ke 63 tahun dengan tema "NTB gemilang Maju dan Terdepan Dalam Prestasi" di ruang sidang utama DPRD NTB, Kamis (16/12). (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB gelar sidang paripurna dalam rangka hari ulang tahun (HUT) NTB ke 63 tahun dengan tema “NTB Gemilang Maju dan Terdepan dalam Prestasi” berlangsung di ruang sidang utama DPRD NTB, Kamis (16/12).

Sidang paripurna dipimping langsung Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda didampingi wakil ketua serta dihadiri oleh seluruh anggota DPRD NTB yang kompak mengunakan pakain adat. Dalam peripurna kali ini, tidak seperti sidang-sidang sebelumnya, dimana para undangan juga berpakai adat dari tiga suku di NTB. Ada yang menggunakan pakai adat Lombok, ada yang berpakaian ada Sumbawa dan ada yang menggunakan pakian ada Bima. Termasuk Gubenur dan Wakil Gubernur yang hadir menggunakan pakaian tidak seperti biasa namun menggunakan pakaian adat.

Dalam sambutan, Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan beberapa hal dalam merefleksikan memotum HUT NTB ke 63 tahun. Pertama, Isvie tidak lupa mengingatkan pemerintah daerah. Baik provinsi maupun kabupaten kota di NTB mengingat dengan bencana pemdemi yang masih melanda hingga saat ini untuk tetap waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-63 Provinsi NTB, yang kita laksanakan masih dalam situasi pandemi wabah virus corona dan saat ini patut kita bersyukur bahwa kasus Covid-19 sudah melandai namun dampak yang ditimbulkan masih sangat terasa pada aspek ekonomi dan aspek sosial,” ucap Isvie.

Dikatakan Isvie, wabah virus corona yang mulai dirasakan sejak awal tahun 2020 lalu, telah memakan banyak korban jiwa, sehingga edukasi kepada masyarakat harus tetap dilakukan, kemudian, melakukan alih fungsi anggaran (refocusing), mengkonsolidasikan seluruh kekuatan dengan melibatkan berbagai stakeholders, dengan mengedepankan program kerja yang terukur dan terarah, agar pelaksanaan penanganan wabah virus corona ini dapat berjalan efektif, efisien dan bertanggung jawab. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kami berikan kepada Gubernur NTB, Kapolda NTB dan Danrem 162/WB atas prestasinya dalam menekan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Capaian vaksinasi masal di provinsi NTB sampai saat ini sudah melampaui angka 70 persen. Capaian ini, sambungnya melampaui capaian rata-rata vaksinasi nasional. “Semoga herd immunity (kekebalan masyarakat) terhadap Covid-19 bisa tercapai di seluruh wilayah NTB,” harapnya.

Isvie juga mengingatkan selain bencana nonalam, pemerintah daerah juga harus tetap waspada dengan terjadinya bencana alam yang melanda beberapa kabupaten di NTB belum lama ini berupa bencana banjir dan tanah longsor. Yang terdampak paling parah di dua kecamatan di Lombok Barat. Maka penting kemudian pemerintah daerah melakukan mitigasi bencana. “Dengan kejadian ini, pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota harus aktif melakukan kegiatan mitigasi bencana di daerah-daerah yang rawan bencana baik banjir, tanah longsor, gempa bumi dan bencana lainnya,” ucapnya seraya mengajak hadiri untuk mendoakan korban yang terdampak.

BACA JUGA :  103 TKI Kembali Tiba di NTB 

Isvie juga menyinggung tema dalam  peringatan HUT NTB ke-63 tahun dengan tema “NTB Gemilang Maju dan Terdepan dalam Prestasi” yang merupakan gambaran cita-cita masyarakat NTB untuk meraih kesuksesan di segala bidang sehingga mendorong terwujudnya Indonesia yang maju adil, makmur dan sejahtera. “Dalam usia 63 tahun ini, telah banyak keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan, sehingga menjadi suatu prestasi yang membanggakan, walaupun masih ada hal–hal yang perlu ditingkatkan,” sanjungnya.

Namun apa yang telah tercapai hingga saat ini, kata Isvie tidak semata-mata hasil kerja sekarang. Tetapi  juga merupakan  bagian dari jerih payah para pendahulu untuk membangun NTB. “Sudah sewajarnyalah kita mengucapkan terima kasih yang tulus serta mendoakan para  pejuang dan tokoh pembagunan daerah kita, senior-senior kita yang telah meletakkan pondasi pembagunan yang kita lanjutan sampai saat ini,” mengingatkan.

Sebab keberhasilan pembangunan secara makro dapat terlihat pada indeks pembangunan manusia. Bersumber pada data statistik BPS Provinsi NTB, bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 68,14 di tahun 2019, meningkat menjadi 68,25 pada tahun 2020 dengan pertumbuhan IPM mencapai 0,11 persen. Sedangkan di tahun 2021 ini meningkat lagi menjadi 68,65 dengan pertumbuhan IPM sebesar 0,40 persen. “Angka ini menunjukan kesempatan warga masyarakat NTB memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan tingkat pendapatan yang lebih baik walaupun pada tahun ini masih sangat terdampak dengan Covid-19,” katanya.

Selain peningkatan indeks pembagunan manusia (IMP) tersebut, pada tahun 2021 ini Provinsi NTB telah mendapatkan penilaian opini wajar tanpa pengeculian (WPT) dari badan pemeriksa keuangan (BPK) republik Indonesia untuk yang ke 10 (sepuluh) kalinya selama sepuluh tahun berturut turut. “Ini menggambarkan bahwa Provinsi NTB telah menunjukan performa dan kinerja yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance),” ucapnya.

Prestasi lainnya yang berhasil ditorehkan oleh Provinsi NTB di bidang olahraga. pada pagelaran PON XX di Provinsi Papua yang lalu Provinsi NTB berada pada posisi peringkat 9 Nasional dan mendapatkan medali sebanyak 38 medali dengan rincian 15 medali emas, 11 medali perak dan 12 medali perunggu. “Pencapaian ini merupakan yang terbaik selama Provinsi NTB mengikuti pagelaran PON. harapan besar kita semua bahwa pada tahun 2028, Provinsi NTB akan berjuang bersama Provinsi Bali dan Provinsi NTT untuk bersama-sama menjadi tuan rumah PON,” harapnya.

Oleh itu, Isvie mendorong, Pemerintah Provinsi NTB harus aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi Bali dan provinsi NTT. Sehingga NTB bisa menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan PON berikutnya. “Di bidang agama, pemerintah provinsi juga tidak kalah berprestasi dengan provinsi-provinsi lainnya. pada gelaran seleksi tilawatil qur’an dan hadits (STQH) tingkat nasional 26 tahun 2021 yang diselenggarakan di Provinsi Maluku utara, kontingen NTB berhasil berada diperingkat 9 dari 34 provinsi yang berpartisipasi dalam dalam kegiatan tersebut,” sambunya.

BACA JUGA :  Solar Kembali Langka, Pertamina Klaim Kuota Tetap

Meski begitu, Isvie memberikan catatan, dibalik prestasi yang ditorehkan oleh pemerintah provinsi NTB. “Kita juga memiliki catatan-catatan yang harus kita perbaik di tahun 2022 kedepannya. bidang pariwisata yang menjadi sektor utama pendukung PAD Provinsi NTB dan kabupaten/kota menjadi mati suri karena pengaruh Covid-19,” sebutnya.

Destinasi wisata unggulan yang dulunya menjadi primadona, kata Isvie, kini sepi, tingkat hunian hotel jauh menurun dari biasanya. hal ini sangat berpengaruh terhadap capaian pendapatan asli daerah baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. wilayah Senggigi dan tiga gili sangat terpengaruh dari covid-19 yang melanda dunia. “Mudah-mudahan dengan hadirnya sirkuit bertaraf internasional di kabupaten Lombok Tengah bisa berdampak ke seluruh kabupaten yang ada di Provinsi NTB,” harapnya.

Untuk itu, kata Isvie, hal tersebut sangat penting dilakukan guna mendukung pelaksanaan event-event internasional seperti lombok internasional triathlon, lomba layar Darwin-Lombok dan lain-lain. Kemudian di bidang infrastruktur pemerintah daerah harus terus membenahi ruas jalan-jalan provinsi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. “Hal ini sesuai dengan amanat Perda tentang percepatan jalan yang telah disahkan beberapa tahun yang lalu. semoga dampak hadirnya sirkuit ini tidak hanya akan dirasakan oleh kabupaten lombok tengah saja namun berdampak juga bagi seluruh kabupaten yang ada di NTB dan Indonesia pada umumnya,” sambungnya.

Kemudian, bidang sosial dan politik pemerintah daerah harus lebih sigap mengantisipasi pengamanan menjelang tahun politik di tahun 2024. hal ini sangat penting mengingat pemilu presiden dan pemilu legeslatif akan dilaksanakan bersamaan sehingga akan membutuhkan tenaga dan pikiran yang ekstra untuk mensukseskannya. “Kami juga berharap dan menghimbau kepada seluruh tokoh-tokoh perempuan yang ada agar tidak takut dalam berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang ada. Sudah banyak bukti bahwa perempuan bisa menjadi kepala daerah dan prestasinya tidak kalah dengan kepala daerah lainnya,” tandasnya.

Dikatakan Isvie, semenjak anggota DPRD Provinsi NTB periode 2019-2024 dilantik pada tanggal 2 September 2019 telah memberikan sumbangsih pemikiran dan tindakan nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB melalui tugas, fungsi dan wewenangnya. “Bersama eksekutif, DPRD Provinsi NTB telah membahas, menyetujui dan diundangkannya 11 buah peraturan daerah pada tahun 2020 dan 12 buah perda pada tahun 2021, termasuk di akhir tahun 2021 ini, kami sedang membahas 5 (lima) buah rancangan peraturan daerah Provinsi NTB,” sebutnya.

Satu dari kelima Raperda tersebut, sambungnya, adalah Raperda tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. “Dengan pembahasan Raperda ini tentu memberikan bukti bahwa pemerintah daerah sangat serius dalam memerangi narkoba di wilayah nusa tenggara barat (war on drugs). dengan adanya Raperda tersebut mudah-mudahan nantinya penyalahgunaan narkoba bisa dihilangkan dari bumi NTB,” pungkasnya. (sal)