Refleksi Akhir Tahun, Demokrat Gelar Workshop

REFLEKSI : Seluruh pimpinan partai dan anggota DPRD dari Demokrat mengikuti workshop sebagai refleksi akhir tahun yang dimulai Jumat kemarin (30/12) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai  Demokrat NTB menggelar workshop kader selama dua hari dari 30-31 Desember di Mataram.

Acara yang diselenggarakan ini sebagai ajang refleksi akhir tahun dan sekaligus melakukan penguatan internal partai. Penggagas acara workshop, H MNS Kasdiono yang juga bendahara DPD Demokrat NTB menyampaikan, melakukan refleksi sangat penting untuk mengukur dan menilai kontribusi Demokrat sepanjang tahun 2016. “Ini penting, sekaligus sebagai momentum penguatan kapasitas kader itu sendiri,” ujarnya di lokasi acara, Jumat kemarin (30/12).

Acara yang dihadiri oleh 62 peserta dari seluruh NTB ini lebih menekankan kader yang saat ini duduk sebagai anggota legislatif. Peningkatan kualitas sebagai seorang wakil rakyat harus terus dilakukan oleh partai itu sendiri. Dengan begitu, fungsi-fungsi legislatif bisa dijalankan dengan baik.

Selain itu, dalam workshop ini juga akan dibicarakan soal pilkada NTB yang akan berlansung 2018 mendatang. Demokrat sendiri sampai saat ini belum menyatakan sikap akan mengusung kader sendiri.

Workshop ini untuk refleksi akhir tahun, dan juga melakukan penguatan-penguatan terhadap kader. Terutama yang saat ini duduk di legislatif. Workshop ini memperkuat kapasitas mereka dalam menjalankan tugasnya. “Akan membahas pilgub juga, Demokrat pastinya mengusung orang yang diinginkan rakyat. Jika hasil survei kader sendiri potensial, maka kader itu pasti didukung. Tapi jika tidak, ya kita harus realistis. Kita akan dukung calon lain meski di luar kader,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Demi Zul-Rohmi, Bung Nuri Ingkari Ahyar-Mori

Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, anggota DPRD dari Partai Demokrat harus lebih banyak lagi memberikan peran. Terutama yang menyangkut kebijakan dan aturan-aturan untuk hajat hidup orang banyak.

Ditegaskan gubernur, pembangunan daerah harus berkeadilan. Tidak boleh kue pembangunan hanya dinikmati oleh sekelompok kalangan saja. “Termasuk DPRD di Provinsi, harus lebih cermat dalam merumuskan perda atau aturan lainnya. Jangan buat aturan yang nantinya berdampak tidak baik bagi masyarakat,” pinta gubernur usai membuka acara workshop.

Menurutnya, Partai Demokrat didirikan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Semangat itu harus tetap dijaga dengan baik, terutama dalam mensejahterakan masyarakat NTB. “Partai politik memang erat dengan kepentingan, tapi jangan dikonotasikan negatif. Kepentingan itu positif jika untuk kemaslahatan ummat, mari rebut ruang-ruang kosong di legislatif,” ujarnya.

Dia  mengapresiasi acara refleksi akhir tahun ini. Selain sebagai momentum mengukur kontribusi kader, juga bisa menyegarkan semangat di internal partai. Ia berharap kedepan, lebih banyak lagi agenda yang mempertemukan antar pengurus dan kader partai. (zwr)