Realisasi Penerimaan Pajak Triwulan I Lampaui Target

Ilustrasi Pajak
Ilustrasi Pajak

MATARAM—Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menggenjot penerimaan daerah melalui pajak daerah. Alhasil pada tahun 2017 ini, realisasi capaian penerimaan pajak daerah di triwulan I sukses melampaui target.

“Alhamdulillah realisasi penerimaan pajak daerah di triwulan I-2017 ini tercapai 20,29 persen dari target sebesar 15 persen,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah, Bappenda Provinsi NTB, Muhammad Husni, Selasa kemarin (25/4).

Pada tahun 2017 ini, Bappenda Provinsi NTB ditargetkan untuk mampu mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari 5 obyek penerimaan pajak sebesar Rp1,1 triliun. Sebanyak 5 obyek penerimaan pajak daerah untuk PAD tersebut diantaranya, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Rokok.

Dikatakannya, dari 5 penerimaan pajak daerah, sebanyak dua obyek pajak pajak daerah yang bisa digenjot untuk mendapatkan PAD dalam rangka mencapai target seperti yang telah ditentukan. Kedua obyek pajak tersebut adalah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Air Permukaan (PAP). Kedua obyek pajak tersebut, memiliki potensi yang cukup besar untuk digenjot dalam meningkatkan PAD NTB pada tahun 2017 ini. “Dua obyek pajak penerimaan daerah ini terus kami optimalkan untuk memperbesar PAD di tahun 2017,” kata Husni.

Untuk realisasi penerimaan pajak daerah pada triwulan I tahun 2017 tersebut tembus mencapai Rp233 miliar lebih atau sebesar 20,29 persen dari total target selama tahun 2017 senilai Rp1,1 triliun. Dimana pada target untuk penerimaan pajak daerah dari 5 obyek tersebut selama triwulan I-2017 sebesar 15 persen dari target 1 tahun.

Husni menyebut dari 5 obyek pajak, yang cukup tinggi realisasi penerimaan di triwula I-2017 ini adalah PKB yang mencapai Rp69,4 miliar dari target selama 1 tahun sebesar Rp311 miliar. Dimana realisasi di triwulan I tahun 2016 untuk PKB ini sebesar Rp61,8 miliar. Untuk Pajak Air Permukaan (PAP) realisasi di triwulan I-2017 sebesar Rp228 juta dari target sebesar Rp1 miliar selama 1 tahun 2017.

Sementara realisasi di triwulan I-2016 mencapai Rp77,2 juta dari target selama 1 tahun sebesar Rp300 juta. Adanya kenaikan target dan banyaknya obyek penerimaan pajak yang bersumber dari PAP tersebut menyebabkan potensi penerimaan PAD dari PAP cukup besar.

“Untuk penerimaan pajak daerah yang bersumber dari obyek PBBKB ini sangat bergantung dari harga bahan bakar minyak (BBM). Terlebih lagi kalau terjadi penurunan harga, maka sudah tentu akan berdampak terhadap penerimaan pajak,” terang Husni.

Karena itu, sambung Husni, pihaknya terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah bersumber dari PKB. Dimana obyek pajak yang bersumber dari PKB ini sangat besar dari jumlah total obyek kendaraan di NTB baik roda dua dan roda empat mencapai 1,3 juta unit.

Namun yang melakukan daftar ulang masih sedikit. Untuk menggenjot penerimaan pajak dari obyek PKB, Bappenda NTB memperluas dan meningkatkan layanan samsat bagi masyarakat. Diantaranya melalui memperbanyak layanan Samsat Drive Thrue di setiap kabuapten/kota, membuka layanan samsat corner di Lombok Epicentrum Mall dan di Selong Lombok Timur.

Selain itu juga menjalin kerjasama dengan Pemkab Sumbawa Barat dengan  melibatkan elemen masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

“Kami juga memperpanjang layanan samsat di sejumlah tempat hinngga malam. Seperti di Samsat Corner LEM dan Samsat Corner Selong Lotim. Harapanya masyarakat semakin lebih mudah untuk melakukan samsat kendaraan mereka,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid