Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Lampaui Target

MATARAM—Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi NTB berhasil meningkatkan realisasi penerimaan pajak daerah pada semester I tahun 2016. Dari lima item pajak yang menjadi wilayah kerja Dispenda NTB, hingga Juni 2016 telah terkumpul penarikan pajak daerah mencapai Rp 459,118 miliar lebih, atau 45,23 persen.

Kepala Bidang Pajak Daerah Dispenda NTB, Ervan Anwar menyebut dari lima obyek penerimaan pajak daerah, hanya untuk penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) terealiasi senilai Rp 92.891 miliar atau 43,21 persen, terjadi penurunan jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pada semester I-2015 yang mencapai 50,48 persen.

“Namun secara umum realisasi penerimaan pajak semester I tahun 2016 ini terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan semester I tahun 2015,” kata Ervan Anwar di Mataram, Rabu (27/7).

Selain PBBKB, realisasi penerimaan pajak untuk rokok juga mengalami penurunan. Di semester I-2016 ini, realisasi penerimaan pajak rokok senilai Rp 82,354 miliar atau 32,45 persen, sementara di periode yang sama tahun 2015 mencapai 49,13 persen.

BACA JUGA :  Kesadaran Masyarakat Sakbar Tinggi Membayar Pajak

Lebih lanjut Ervan mengatakan, untuk realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) justru terjadi peningkatan di semester I-2016 ini mencapai Rp126.657 miliar atau 54,83 persen. Sementara di periode yang sama tahun 2015 tercapai 48,04 persen. Begitu juga untuk BBNKB (Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor), terjadi peningkatan dengan realisasi sebesar Rp 157,077 miliar atau 49,86 persen terjadi peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015 tercapai 45,06 persen.

Ervan mengakui, minimnya realisasi penerimaan pajak dari obyek PBBKB, karena adanya penurunan harga BBM (bahan bakar minyak) di awal tahun 2016. Bahkan penurunan harga BBM terjadi dua kali selama semester I-2016 utamanya non subsidi. “Alhamdulillah realisasi penerimaan pajak daerah semester I melampaui target diatas 40 persen. Sementara di semester II-2016 sebesar 60 persen akan digenjot dengan beberapa kebijakan,” pungkasya. (luk)