Realisasi Pajak Reklame Lampaui Target

MELAMPAUI: Papan reklame di depan Pelabuhan Teluk Nara, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang masih sepi peminat. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Di tengah lesunya ekonomi, pemasangan iklan di reklame milik pemeritah malah melampui target. Dari target 108 juta sudah terealisasi Rp 110 juta lebih.

“Potensi pajak reklame saat ini lumayan tinggi. Tapi, tidak bisa menjadi andalan untuk menggantikan potensi pajak di kawasan wisata seperti pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan,” ungkap Kabid Potensi Pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Utara, Suriyadin kepada Radar Lombok, Kamis (19/8).

Ia menerangkan, reklame billboard berjumlah 114 yang membayar pajak tahunan, dan 59 reklame dalam bentuk kain yang membayar pajak bulanan. “Reklame paling banyak tersebar di wilayah Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Pemenang,” terangnya.

BACA JUGA :  Gagal Dieksekusi, Dana WUB Dialihkan

Di tengah situasi saat ini lebih banyak disewa pihak pengusaha yang berbayar sampai setahun. Sedangkan parpol bisa mingguan dan bulanan sesuai momentum politik. “Potensi pajak reklame belum bisa menandingi Kota Mataram,” katanya.

Jika berkeinginan seperti Kota Mataram, harus ada penambahan jenis reklame seperti videotron dan megatron yang dipasang di titik keramaian seperti perempatan Pemenang, jalur kawasan wisata Malimbu, dan pusat pemerintahan.

Sementara itu, Kabid Pendapatan Daerah, Arifin mengungkapkan, realisasi pajak reklame pada akhir bulan Juli mencapai 101,52 persen atau Rp 110 juta lebih dari target Rp 108 juta. Target pajak reklame ini bersumber dari dua jenis papan reklame yaitu billboard ditargetkan Rp 56 juta lebih yang terealisasi Rp 40,6 juta lebih atau 71,96 persen dan reklame kain ditargetkan Rp 52 juta lebih yang terealisasi Rp 69,6 juta lebih atau 133,58 persen. “Realisasi pajak reklame sudah melampui target,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Syarat Buka Blokir Dana RTG Rp 117 Miliar Tak Kunjung Tuntas

Kendati melampaui target, realisasi pajak reklame mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi minat beriklan pada masa pandemi. Pada 2020 terealisasi Rp 129 juta. Kemudian pada 2019 terealisasi Rp 149 juta lebih. (flo)