Rayakan Kelulusan dengan Aksi Corat-coret

Rayakan Kelulusan dengan Aksi Corat-coret Seragam
AKSI CORAT-CORET : Sejumlah siswa/siswi di depan SMKN 4 Mataram merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret seragam sekolah, Senin kemarin (13/5). (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM Meski pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB telah menginstruksikan sekolah untuk mengawasi pengumuman kelulusan ujian nasional (UN) siswa SMA/SMK tidak menggelar aksi corat-coret dan konvoi kendaraan, ternyata tidak berjalan mulus. Pasalnya, di sejumlah SMA/SMK di Kota Mataram masih banyak terdapat siswa/siswi yang menggelar aksi konvoi dan aksi corat-coret pakaian seragam, meski dirayakan di suasana puasa Ramadan, Senin kemarin (13/5).

Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB H Rusman mengaku pengumuman kelulusan berlangsung Senin (13/5) serentak di seluruh SMA/SMK dan MA di NTB. Hanya saja, kebijakan masing-masing sekolah/madrasah untuk melaksanakan pengumuman kelulusan berbeda-beda.

BACA JUGA: Hindari Konvoi, Kelulusan Diumumkan Usai Buka Puasa

“Ada juga sekolah yang melaksanakan pengumuman kelulusan dirayakan dengan berzikir dan berdoa bersamaan dengan buka puasa bersama ,” kata Rusman.

Dikatakan Rusman, jika sebelumnya dilakukan untuk merayakan kelulusan dengan cara-cara konvoi, corat-coret pakaian seragam sekolah, maka itu bukan lagi zamannya di masa milenial sekarang ini. Lebih baik pakaian seragam mereka yang lujlus ini disumbangkan untuk adek-adek kelasnya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sebab itu lebih penting untuk amal ibadah di puasa Ramadan ini dan untuk berbagi kepada sesama.

“Lebih baik baju anak-anak yang lulus diberikan kepada adek-adek tingkatnya untuk menjadi amal di bulan yang berkah ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada semua kepala sekolah (kepsek) agar siswa di sekolah masing-masing tidak melakukan konvoi dan sanksi yang tetap melakukan konvoi agar sekolah mengaturnya.

Dikatakannya, bagi siswa yang lulus ini harus dipikirkan, sebab langkah saat ini adalah merupakan nasib masa depan. Oleh sebab itu, siswa yang lulus ini menjadi panutan untuk adek-adek tingkatnya, sebab kelulusan dirayakan dengan zikir dan doa di momentum bulan suci puasa Ramadan.

“Lebih baik yang dipikirkan kemana akan melanjutkan studi, apalagi langkah saat ini menjadi nasib masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Mataram Bakriyanto memastikan akan menindak tegas siswa/siswi yang kedapatan melakukan aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan bermotor dalam merayakan kelulusan.

BACA JUGA: Hardiknas Diwarnai Aksi Corat-coret Pelajar

“Ada syarat yang harus dilalui, kita berikan sanksi pembinaan kepada siswa yang melanggar himbauan,” kata Bakriyanto.

Menurutnya, langkah antisipasi juga sudah diupayakan berupa pengumuman melalui situs web resmi sekolah. Dengan adanya situs ini pula sebagai langkah antisipasi adanya siswa-siswi yang corat-coretan  seragam dan sebagai bentuk pemanfaatan tekhnologi. Tidak hanya itu, jika penguman dengan sistem manual pihak sekola akan menyiapkan kursi-kursi untuk wali siswa kelas XII.

Ia menyebutkan, 332 siswa/siswi SMKN 4 Mataram yang mengikuti UN dan semuanya lulus. Sebenarnya ada 337 data siswa berhak mengikuti ujian dan lima orang sudah menempuh hidup baru.

Hanya saja ternyata himbauan sekolah tidak didindahkan oleh siswa yang merayakan kelulusan. Justru Nampak sejumlah siswa/siswi berpakaian putih-abu di depan SMKN 4 Mataram tengah berkumpul dan  melakukan aksi corat-coret pakaian seragam mereka. Menanggapai hal ini,  pihak selolah sudah mengusirnya dan membentuk tim dari kesiswaan untuk mencatat nama yang tengah coret-coretan.

“Satu aja ditanda, yang lainnya bisa ketahuan,”ujarnya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid