Rawan Longsor, Warga Kekait dan Guntur Macan Harus Waspada

RUMAH RUSAK: Dampak banjir dan longsor di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.(FAHMY/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG– Intensitas hujan masih tinggi terutama di wilayah Batulayar dan Gunung Sari menyebabkan ada beberapa titik yang rawan longsor terutama di Desa Kekait dan Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari.Warga harus tetap waspada dan mengikuti instruksi pemerintah.

Sekretaris Camat Gunung Sari, Muhammad Munasip, menjelaskan intensitas hujan masih tinggi. Pemerintah kecamatan dan desa tetap turun memantau kondisi masayarakat saat hujan turun. “Kita tetap turun memantau dan tetap waspada adanya longsor susulan,” kata Munasip saat ditemui kemarin.

Dari hasil pemantauan, beberapa titik di Desa Kekait, Guntur Macan, Gelangsar dan sekitarnya,  terlihat ada pergerakan tanah. “Ada pergerakan tanah, kondisi tanah sudah tidak stabil,” tegasnya.

BACA JUGA :  Perlu Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Air Bersih

Kemiringan tanah ada yang 75 derajat,  bahkan ada yang 90 derajat seperti yang ada di Desa Guntur Macan.”Bisa dilihat kalau datang ke Guntur Macan,” ungkapnya.

Sampai saat ini dari hasil perhitungan ada sekitar 200 rumah yang rusak berat.” Jadi kerusakan berat dan kerugian berat itu berbeda, kalau kerugian berat itu, rumahnya masih ada, tetapi harta bendanya hilang, tetapi kalau rusak berat, rumahnya rusak, harta benda masih ada,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Guntur Macan, H. Murni, mengatakan dengan kondisi hujan yang masih tinggi, pihaknya dan masyarakat waspada. “Tetap kita waspada, antisipasi adanya longsor susulan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Banyak Formasi P3K tak Terisi

Di Guntur Macan memang tidak ada warga yang mengungsi, karena memang lokasi mengungsi yang tidak ada. Mereka masih bertahan di tempat tinggal yang sekarang.”Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi dusun yang terisolir,” jelasnya.

Di Desa Guntur Macan, ada lima dusun yang rawan diterjang longsor yaitu Dusun Pancor, Poan Selatan, Guntur Macan, Barat Kokok dan Ladungan.  “Lima Dusun ini yang rawan longsor, dengan jumlah KK seribu lebih,” ungkapnya.(ami)