Ratusan Warga Sambut Haru Kedatangan Jenazah Mustar

PETI JENAZAH: Korban Laka Laut di perairan Batam, Mustar, TKI asal Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, ketika tiba di kampung halaman. Tampak peti jenazah korban Mustar, sedang ditangisi istri dan anaknya (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Jenazah korban tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami kecelakaan laut, Mustar, asal Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), disambut haru ratusan warga ketika jenazah tiba di rumah duka, Selasa kemarin (8/11), sekitar pukul 18.20 Wita.

Pantauan Radar Lombok di lokasi, tampak ratusan warga berjajar di pinggiran jalan raya, menunggu kedatangan jenazah korban. Bahkan puluhan pelayat diantaranya terlihat menangis histeris, ketika melihat kedatangan jenazah yang meninggal secara tragis tersebut. Demikian anak-anak korban yang masih duduk di bangku sekolah, menangis dengan sedihnya. Bahkan purtri bungsu korban sampai pingsan.

Diketahui, Mustar ketika berangkat ke Malaysia hanya menggunakan paspor pelancong. Sebelumnya Mustar mengabarkan kepada keluarga, kalau dia hendak pulang ke Indonesia (Lombok). Dia berangkat dari Malaysia hari Selasa, dan akan melakukan penyeberangan dari Malaysia pada malam Rabu.

Namun pihak keluarga melarangnya berangkat, karena mengetahui kondisi cuaca sedang tidak bagus, dan ada tanda-tanda kalau bakal terjadi cuaca buruk. “Karena dia TKI illegal, makanya dia memilih untuk menyeberang pada malam hari, agar tidak ditangkap pihak kepolisian. Kalau tidak malam hari, bisa jadi dia ditangkap,” jelas salah satu keluarga korban.

Namun menurut temannya yang selamat, Mustar sendiri bahkan sempat memperingatkan rekan-rekannya untuk berhati-hati dan siap-siap. Karena dia telah mendapat informasi dari pihak keluarga, kalau akan terjadi cuaca buruk, dan dia juga sempat menitipkan tasnya ke temannya.

“Pada saat kejadian itu, tasnya Mustar ada di tangan temannya yang  selamat. Mustar sempat mengambil tas itu, namun tidak bisa di jangkaunya, sehingga dia menghilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia pada hari Sabtu oleh petugas,” jelas istrinya.

Sementara Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI NTB, Norman Adi Guna menegaskan, kalau seluruh biaya pemulangan dibiayai oleh pemerintah, dalam hal ini dari Batam ke Lombok dibiayai oleh BNP2TKI. Kemudian dari Bandara ke kampung halaman dibiayai BP3TKI NTB, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, serta Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Timur. “Jadi semua biaya pemulangan ini di tanggung sama pemerintah. Artinya tidak ada biaya yang dibebankan ke pihak keluarga,” tegasnya.

Disampaikan, untuk korban kecelakaan yang sudah berhasil di identifikasi, dan telah dipulangkan ada sebanyak 9 orang. Sedangkan untuk jenazah atas nama Baharudin asal Desa Moyot, Kecamatan Sakra, hingga kini belum ada kabarnya. “Untuk saat ini hanya 9 korban saja yang sudah berhasil dipulangkan. Yang lain masih dalam proses,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid