Ratusan Warga Sakra Gedor Kantor Camat

Ratusan Warga Sakra Gedor Kantor Camat
DEMO: Ratusan warga Desa Sakra, Selasa (8/5), menggelar demo di depan Kantor Camat Sakra, menuntut pihak pemerintah agar segera memperbaiki Lapangan Gora Sakra yang rusak parah setelah dijadikan pasar sementara. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Ratusan masyarakat Desa Sakra, Kecamatan Sakra, yang tergabung dalam Masyarakat Petisi Aksi Bersatu (MKSB), Selasa kemarin (8/5) menggedor Kantor Kecamatan Sakra, meminta pertanggung jawaban atas kerusakan Lapangan Gora Kecamatan Sakra yang rusak parah, setelah sebelumnya dimanfaatkan untuk menampung sementara para pedagang Pasar Sakra.

Koordinasi Lapangan (Korlap) Aksi, Nazarudin menjelaskan kedatangannya ke Kantor Camat Sakra bersama ratusan warga lainnya, adalah untuk meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lotim melalui Kecamatan agar segera menormalisasi Lapangan Gora Sakra, paska pemindahan Pasar Sakra. Mengingat hingga kini lapangan itu belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Bulan Agustus sudah dekat, dan kita juga sudah lama tidak berkompetisi. Maka selaku pemuda Sakra, kami meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki lapangan yang rusak parah ini,” pintanya.

Selain meminta normalisasi lapangan, masyarakat juga menuntut perjanjian antara pihak rekanan (pemborong, red) dengan pemerintah terkait, yakni Pemerintah Kecamatan Sakra, Kepala ESDM (sekarang Disperindag), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lotim, agar memperbaiki lapangan.

“Sebelum kita melakukan aksi damai ini, kita juga pernah bersurat ke pemerintah daerah. Namun tidak ada jawaban yang kita terima. Setelah mendengar akan ada aksi, baru ada tanggapan untuk normalisasi lapangan,” ujarnya.

Sementara Lalu Junaedi, salah satu orator mengatakan, jika pemerintah daerah tidak mengindahkan keinginan masyarakat Sakra, maka pihaknya mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar, dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Kita ini datang dengan baik, untuk meminta pertanggung jawaban pemerintah. Lapangan rusak parah juga karena sebelumnya dipakai sebagai pasar sementara. Apalagi selama ini banyak kompetisi (pertandingan olahraga) yang pemuda Sakra lewatkan. Kalau (kerusakan) ini dibiarkan terus, maka pemuda Sakra akan ketinggalan. Hal ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

Yadi, pemuda lainnya menyampaikan kekecewaan kepada pihak Kecamatan Sakra, yang menurutnya tidak mau mendukung pemuda Sakra, dengan cara menandatangani surat dukungan atau surat protes, yang nantinya akan diajukan ke Pemda Lotim, untuk meminta normalisasi lapangan.

“Berdasarkan MoU, setelah pasar sementara di lapangan dipindahkan, Pemda akan melakukan perbaikan lapangan. Namun yang terjadi saat ini, lapangan belum diperbaiki secara utuh, sehingga pemuda Sakra tidak bisa berolahraga,” kesalnya.

Sementara Camat Sakra, Lalu Syafruddin, mambantah tudingan kalau pihaknya tidak mau menanandatangani surat protes ke Bupati Lotim. “Terkait dengan permintaan masyarakat itu, kita mendukung, dan akan meminta kepada pihak yang bertugas untuk memperbaiki lapangan ini,” jelasnya.

Berdasarkan permintaan masyarakat kepada Dinas ESDM (sekarang Disperindag), pihaknya bersama Kapolsek Sakra telah menyampaikan kepada pihak terkait, dan mendapat respon. Dimana phak dinas siap memperbaiki lapangan. “Karena Disperindag sudah sanggup, maka kita tunggu. Kalau tidak, kita akan datangi lagi dia,” tandasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid