Ratusan Warga Masih Tidur di Huntara

Ratusan Warga Masih Tidur di Huntara
BELUM DIBANGUN: Inilah kondisi salah satu rumah warga di Desa Selebung yang belum terbangun, meski dana sudah ada di rekening penerima, Selasa kemarin (12/11).( M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Meski gempa bumi yang memporakporandakan rumah warga sudah lebih setahun lamanya, namun ternyata hingga saat ini masih banyak warga yang tinggal di hunian sementara (Huntara). Pasalnya, sampai sekarang pemerintah belum memperbaiki rumah mereka yang hampir rata dengan tanah itu.

Seperti misalnya rumah warga yang berada di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang. Akibat bencana gempa tersebut, setidaknya ada 2.323 rumah warga yang mengalami rusak, baik itu rusak sedang, ringan hingga rusak berat. Hanya saja, yang sudah tertangani dan sudah tuntas baru ada sekitar 700 rumah.

Kepala Desa Selebung, Agus Kusuma Hadi menegaskan bahwa dari SK I sampai 18 yang menerima bantuan memang ada 700. Dimana memang rata-rata mereka yang sudah menerima bantuan, dan saat ini progres rumahnya sudah berangsur membaik, serta warga sudah menempati rumah mereka.

“Tapi ini yang SK 19 dan 20 ini ada 1417 yang sudah terferivikasi, dan dana mereka sudah ada di rekening. Hanya saja masih belum bisa dilakukan pembangunan, karena mereka masih menunggu hasil administrasi beberapa persyaratan, dan ini sedang kita urus,” ungkap Kades Selebung, Agus Kusuma Hadi, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (12/11).

Ironisnya jika dari 1417 penerima bantuan ini, di desa mereka ternyata masih belum semua tertangani. Karena masih ada 50 KK lebih yang belum menerima bantuan. Sementara menurut informasi, jika SK 19-20 ini merupakan data validasi terakhir yang mendapatkan bantuan.

“Kita berharap agar pembangunan bisa segera dilakukan. Karena ini bencana, dan seharusnya administrasi jangan berbelit- belit. Boleh Pokmas yang mengurus administrasi, tapi sambil masyarakat mulai rumahnya dikerjakan. Kasihan mereka karena sudah lama tidur di Huntara, sementara dana sudah ada,” terangnya.

Mantan aktivis ini menambahkan, untuk warga yang belum mendapatkan bantuan, memang karena sebelumnya ada data anomali. Tapi ada juga warga yang semestinya dapat, tapi malah tidak mendapatkan bantuan. Sehingga pihaknya meminta kepada BPPD untuk membuka kembali data yang mereka sudah ajukan.

“Biar semua korban bisa mendapatkan bantuan, maka silahkan di cek lagi data itu. Karena mereka semua korban, dan berhak untuk mendapatkan bantuan. Begitu juga bagi warga yang masuk SK 19-20 ini agar segera dibangun. Jangan administrasi dipersulit, karena ini adalah musibah yang sifatnya darurat,” terangnya.

Jika nantinya warga yang belum mendapatkan bantuan dan sudah tidak ada bantuan dari pemerintah pusat. Maka pihaknya dari desa berharap agar warga bisa mendapatkan bantuan dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), maupun program lainnya. Kalaupun tidak ada, maka pihaknya dari desa akan menganggarkan untuk perbaikan rumah warga.

“Saya yakin di desa lain juga banyak warga yang tidak ter cover (tertangani). Makanya kita akan berusaha bagaimana pun caranya nanti untuk mencarikan dana bagi warga yang belum mendapatkan bantuan. Tapi ini dulu yang sudah ada dananya, sebaiknya mereka mulai dibangunkan rumah,” jelasnya.

Sementara itu, salah soorang warga Selebung, Sulhan menegaskan jika pihaknya semenjak gempa memang tidur di Huntara yang mereka buat. Pasalnya sampai saat ini rumahnya tidak kunjung mulai dilakukan pengerjaan oleh pemerintah. “Kita berharap agar rumah kita segera dibangun. Karena memang sudah lama kita harus tidur di Huntara. Apalagi ini sudah mau datang musim hujan,” singkatnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid