Ratusan Warga Mambalan “Geruduk” Kantor Desa

DEMO : Ratusan warga Mambalan saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Desa setempat, Jum’at (13/1). Mereka menuntut Kades dan Ketua BPD mundur (M.Haeruddin/ Radar Lombok)

GIRI MENANG – Ratusan warga Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari melakukan aksi demonstrasi di kantor desa setempat kemarin. Warga demo sebagai bentuk protes terhadap kinerja Kades Mambalan, Lalu Ahmad Yuni, dan Ketua BPD yang dianggap tidak beres.

Warga yang datang menyampaikan banyak hal terkait kinerja Kades. Diantaranya, Kades dianggap kurang membaur dengan masyarakat. Ia dianggap jarang menghadiri kegiatan-kegiatan adat. “ Kepala desa dan BPD telah gagal menjalankan roda pemerintahan,” ungkap Lalu Saharuddin selaku koordinator aksi saat di depan kantor desa.

Warga juga menuding Kades tidak transparan menjalankan pemerintahan terutama yang berkaitan dengan keuangan desa. Hal ini tidak sesuai dengan visi-misi Kades saat mencalonkan diri dulu. “ Faktanya Kades tidak pernah transparan lantaran tidak pernah ada laporan proyek terutama soal keuangan,” tambahnya.

Misalnya, dalam APB-Des tidak tercantum Pendapatan Asli Desa (PADes) yang didapatkan. Ini menimbulkan kecurigaan warga. “ Pengaspalan jalan di Dusun Buwh yang dianggarkan Rp.416.802.500 rupiah, di dalam APB-Des 2016 tidak jelas arahnya karena tidak dilaporkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

[postingan number=3 tag=”demo”]

Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat juga dinilai berkinerja buruk.” Kades dan ketua BPD harus mengundurkan diri dari jabatannya lantaran tidak paham terhadap tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Kantor desa ini ini harus disegel,” ungkapnya.

Kades Lalu Ahmad Yuni tidak ada di kantor saat warga datang. Massa diterima oleh Ketua BPD Lalu Mujtahid. Ia menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada kepala desa.” Karena kepala desa tidak ada, saya akan sampaikan aspirasi ini. Saya berharap tidak ada penyegelan,” ungkapnya.

Camat Gunung Sari H. Husni menyampaikan harapan agar warga tidak menyegel kantor desa supaya pelayanan publik tidak terganggu. “ Saya sudah sampaikan juga ke Kades agar hadir hari ini, tapi saya juga tidak bisa memaksanya untuk hadir,” ungkapnya.(cr-met)