Ratusan Warga Gedor Dikbud NTB Protes Pelaksanaan PPDB Zonasi

Orang tua wali saat mendatangi Dinas Dikbud NTB. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ratusan orang tua atau wali calon peserta didik mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB untuk menanyakan Nasib anaknya yang tidak diakomodir melalui jalur zonasi. Pengumuan jalur Zonasi sendiri berlangsung tanggal 6 Juli melalui akun masing-masing calon peserta didik.

“Putra saya mendaftar di SMAN 2 Mataram dengan system zonasi. Saya tinggal di Perumnas dan ada anak tetangga yang jaraknya jauhan, tapi diterima. Makanya,

saya tidak paham, apakah diukur antara jarak dengan rumah atau nilai. Ini yang saya tanyakan, makanya saya mendatangi panitia di kantor Dikbud NTB,’’ kata warga Perumnas, Kelurahan Tanjung Karang Permai, M Sahrul, kemarin.

Dikatakan, putranya tergeser ke nomor urut 230. Sedangkan daya tampung 205. Hanya saja pihaknya ingin memastikan jalur zona itu mengukur manual, google.

Sementara warga Karang Panas, Ampenan, Kota Mataram, Rohyah juga mendatangi Kantor Dikbud Provinsi NTB untuk meminta penjelasan dan solusi.

“Kami diberikan solusi oleh panitia, di mana mereka menyarankan untuk daftar ulang ke SMAN 10 Mataram dan SMAN 11 Mataram. Akan tetapi kedua sekolah tersebut jauh degan rumah,’’ terangnya.

Sementara itu, Abdul Kadir, warga Banjar, Ampenan, Kota Mataram mengaku solusi yang diberikan Dikbud untuk anak-anak yang tidak lolos di jalur zonasi tidaklah tepat, yakni di SMAN 10 Mataram dan SMAN 11 Mataram.

Baca Juga :  UBG Kampus Swasta Terbaik di NTB Versi Webometrics

“Anak-anak kami diarahkan ke dua sekolah itu, tapi Lokasi sekolahnya cukup jauh. Kasihan anak-anak kami yang tidak punya kendaraan,” ujarnya.

Karena jarak yang cukup jauh, Abdul bersama para orang tua lainnya meminta Dikbud untuk memberikan solusi sekolah yang lebih dekat. Ia berharap anak mereka bisa diterima di SMA 2 Mataram atau SMAN 7 Mataram. Karena dua sekolah ini lebih dekat dari rumah mereka.

Di tempat yang sama Warga Selaparang, Kota Mataram, Abdul Saidi berharap pihak Dikbud NTB memberikan solusi yang menguntungkan bagi anaknya.

“Anak saya ada di urutan 206 di SMAN 2 Mataram. Padahal, sebelumnya sekolah itu mengumumkan kuota zonasi 210, tapi saat kami mendaftar diubah jadi 205 siswa saja yang diterima. Tolong lah dinas, anak saya hanya beda satu urutan saja,” ucapnya.

Menurut Saidi, solusi yang diberikan Dikbud, yakni mendaftar di SMAN 10 Mataram yang masih kekurangan siswa, terbilang kurang memuaskan. Saidi mengaku jika anaknya hanya ingin masuk di SMAN 2 Mataram dengan dalih anak-anaknya yang lain sekolah d SMAN 2 Mataram juga.

“Anak saya inginnya di SMAN 2 Mataram, apalagi kakak-kakaknya di sana semua,”paksanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan menjelaskan bahwa setiap tahun setelah pengumuman PPDB terjadi, khususnya di Kota Mataram yang masyarakat belum diterima di zona, serta ada permohonan yang gagal melalui jalur prestasi, gagal jalur afirmasi. Lalu mengikuti di zona tidak bisa terakomodir, karena kalah dengan jarak.

Baca Juga :  UBG Mataram Mulai Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2024/2025

“Kami menerima pengadukan anak-anak yang tidak diterima, ada SMA maupun SMK. Akan tetapi yang paling banyak memang SMA,’’ katanya.

Selain itu, pihaknya melakukan rapat dengan kepala sekolah yang berkaitan dengan kuota. Kemudian animo kepada sekolah-sekolah tertentu untuk diambil langkah kerja, serta menjadi dasar konsultasi dengan pimpinan.

“Kami sudah malaporkan pekan lalu sebelum diumumkan jalur zona. InsyaAllah kami laporkan kepada Pj Gubernur, Rabu (10/7). Kebetulan hari itu pimpinan berada di Mataram,’’ terangya.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kemendikbudristek RI, sebab yang berwenang membuka Dapodik. Jika diakomodir masyarakat kebijakan apa yang diambil, kemudian opsi-opsi sebelumnya, seperti menambah ruang kelas atau menggeser kepada zona yang berdekatan.

“Kita berharap kepada masyarakat dengan pengaturan yang kami lakukan itu bisa diterima juga. Sebab kalau kami paksakan kepada sekolah tertentu tidak akan bisa Menampung, karena keterbatasan ruang kelas,’’ jelasnya.

Kendati demikian, kata dia, Dikbud NTB tetap akan menampung kepada semua calon peserta didik untuk melanjutkan pendidikanya.

“Kami berusaha untuk menampung yang penting mengenyam pendidikan,’’ andasnya. (adi)

Komentar Anda