Ratusan TNI Dikerahkan Tuntaskan RTG

Ratusan TNI Dikerahkan Tuntaskan RTG
MENERIMA: Pemda Lombok Tengah saat menerima ratusan prajurit TNI yang akan membantu dalam menangani korban gempa, Senin (2/3).(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

PRAYA – Ratusan TNI kembali dikerahkan untuk menuntaskan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Kecamatan Kopang, Batukliang dan Batukliang Utara (BKU) dan Pringgrata. Hal ini untuk memastikan agar pengerjaan rumah korban gempa ini bisa tuntas sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Dandim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto mengatakan, pihaknya menerima 200 personel untuk membantu penanganan RTG. Pasukan ini terdiri dari Kodam Tiga Siliwangi sebanyak 150 dan 50 anggota lainnya berasal dari Kodam Udayana Bali. “Personel ini 50 kita tempatkan di Kecamatan Pringgarata, sementara Batukliang dan Batukliang Utara kita tempatkan 120 personel. Sementara di Kecamatan Kopang kita tempatkan 30 personel. Prajurit ini kita fokuskan untuk membantu menangani rumah yang mengalami rusak berat,” ungkap Prastiwanto saat menerima prajurit di alun-alun Tastura Praya, Senin (2/3).

Ia menegaskan, empat kecamatan ini menjadi prioritas karena di sanalah kondisi rumah yang belum tertangani masih banyak. Sesuai dengan surat tugas maka para prajurit ini akan bekerja hingga akhir Maret mendatang. Tidak menutup kemungkinan waktunya akan diperpanjang, tergantung bagaimana progres penanganan nantinya. “Mereka mendapat surat perintah sampai 31 Maret, tapi ini juga belum pasti. Dari komando atas kemungkinan akan diperpanjang sampai akhir tahun. Tapi ini belum turun suratnya, jadi saat ini hanya sampai 31 Maret makanya kita kejar dengan membagi dalam satu regu kita bagi dua dan tiap titik ada lima prajurit yang bekerja,” terangnya.

Prastiwanto menegaskan, pihaknya sedang mengejar target maka pihaknya fokus untuk membantu masyarakat yang mau. Mengingat ada dugaan disalah satu dusun sampai dengan saat ini tidak mau menggunakan bangunan Risha. “Kalau ada yang tidak mau, itu hal yang biasa. Kita yang jelas fokus sama yang mau dulu. Kalau tidak mau itu urusan pribadi mereka, jadi silakan kalau tidak mau menerima ya kita tinggalkan,” tegasnya.

Petugas yang diterjunkan ke lapangan nantinya fokus untuk membuat atau membantu tukang mengerjakan rumah atau pekerjaan fisik, di mana tidak menyentuh kepada ranah fasilitator. Mengingat untuk fasilitator sudah ada yang bertugas dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan masyarakat sipil. “Jadi yang fokus kita rusak berat, karena sampai dengan saat ini ada sekitar 636 yang belum rusak. Baru kemudian kita berlanjut ke yang lain,” terangnya.

Lebih jauh disampaikan, ke depan selain menyelesaikan pembangunan yang sudah menerima dana saat ini. Pihaknya juga akan melakukan pengawalan terhadap pengusulan nama-nama warga yang belum tertangani. Karena dari keterangan Wakil Presiden RI KH Makruf Amin bahwa akan memberikan juga bantuan bagi warga yang belum terkaper. “Yang belum dapat akan diajukan serempak dan ini petunjuk dari Wapres dan kepala BNPB. Jadi ada peluang untuk yang belum terdata. Nanti saya informasikan ke Perkim dan BPBD. Dan masing- masing desa sudah ada fasilitator dan kades yang memberikan laporan dan nanti akan dicek siapa yang belum mendapatkan dana,” tegasnya.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengapresiasi adanya prajurit TNI yang akan membantu untuk menuntaskan RTG ini. Hal ini akan menjadi semangat baru dalam menuntaskan rumah warga yang belum tersentuh hingga saat ini. “Ini bentuk sinergi dan ada 2000 lebih yang masih perlu ditangani. Ada yang rusak berat, sedang dan ringan. Dan bagi warga yang tidak mau dibantu maka akan ditinggalkan,” terangnya.

Karena tidak mungkin memang TNI akan mengurus orang-orang yang tidak mau. Sementara, di satu sisi dikejar waktu juga dalam menuntaskan progres penanganan gempa ini. Sehingga turunnya TNI ini sebagai wujud kepedulian pemerintah tentang betapa pentingnya korban gempa yang ada saat ini untuk dibantu. “Selaku pelayan masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada prajurit untuk ikut serta membangun Lombok Tengah,” ucapnya. (met)