Ratusan Sapi di Loteng Terserang Penyakit Mulut dan Kuku

Taufikurrahman Puanote (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYADinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah sudah menerima hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Besar Veteriner Denpasar-Bali terhadap hewan ternak jenis sapi di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah yang terjangkit penyakit misterius. Hasilnya dari tujuh sempel yang dikirim, enam dinyatakan postitif terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Ironisnya, penyebaran penyakit PMK ini tidak hanya terjadi di Desa Kelebuh saja yang sebelumnya menjangkit 67 sapi tersebut. Namun penyakit ini sudah menjalar ke Desa Barajulat dan Desa Puyung Kecamatan Jonggat. Setidaknya ada 150 sapi di Desa Kelebuh, Barajulat dan Desa Puyung yang mengalami penyakit PMK.

Hewan ternak milik warga ini memiliki gejala adanya lelehan lendir dari mulut dan hidung serta adanya luka di hidung, air liur berlebihan dan panas badan terlalu tinggi hingga lebih dari 37 drajat celcius dan diantara kuku kaki ada yang terluka. Dinas juga masih terus melakukan berbagai macam upaya untuk menghindari penularan penyakit tersebut.

Kepala Distanak Lombok Tengah, Taufikurrahman Puanote menegaskan, pihaknya sudah menerima hasil lab dari Balai Besar Veteriner Denpasar. Dari tujuh sempel yang diambil dari Desa Kelebuh ini, satu negatif dan tujuh dinyatakan postif PMK. “Bahkan sekarang jumlah sapi yang sakit terserang PMK ini menjadi 150 ekor dari yang awalnya 67 ekor. Karena sekarang sudah menyasar juga ke Kecamatan Jonggat,” ungkap Taufikurrahman Puanote, Kamis (12/5).

BACA JUGA :  Gubernur Minta 2000 Tiket MotoGP Digratiskan

Pihaknya menegaskan, sampel ini menunjukan keseluruhan dari populasi hewan ternak yang saat ini sedang sakit. Sehingga pihaknya melakukan isolasi terhadap sapi-sapi tersebut, di mana sapi-sapi saat ini tidak boleh ada yang keluar masuk kemudian hewan ternak juga rutin dibersihkan. “Untuk di pasar hewan juga sebelum keluar hasil uji lab ini, kita sudah melakukan pengetatan terhadap masuknya hewan ternak berupa screaning di pasar-pasar ternak ini. Bahkan ada kejadian sapi dari Kelebuh lolos ke pasar Masbagik-Lombok Timur, tapi kita langsung kontak dengan aparat di Masbagik dan sudah dipisahkan sapi tersebut,” terangnya.

Untuk menghindari penyebaran virus ini, semua pasar hewan di Lombok Tengah akan ditutup sementara mulai Jumat (13/5) hari ini. Hal ini juga menyusul adanya instruksi Gubernur NTB, Zulkiflimansyah kepada para pedagang untuk mengantisipasi penyebaran virus ini kepada hewan ternak lainnya. “Dari besok (hari ini) sampai tiga minggu kedepan semua pasar hewan kita tutup sementara. Kami sekarang sudah menyiapkan surat kepada masing- masing saudagar, masyarakat yang berkecimpung di bidang peternakan supaya tidak melakukan aktivitas jual beli. Karena kebiasaan saudagar kita dia berkeliling ke masyarakat sebelum masuk ke pasar hewan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Gerak Cepat Pemprov NTB Sikapi Insiden Lotim Ditunggu Khalayak

Di satu sisi, pihaknya juga akan melakukan pendekatan kepada para warga yang ada di desa dan masyarakat yang berada di seputaran pasar hewan. Karena banyak aktivitas ekonomi seperti penjual nasi dan lain sebagainya di pasar hewan ini. “Kepada penjual nasi di pasar hewan untuk sementara jangan masak dulu biar tidak merugi. Kita juga lakukan transisi terhadap pasar hewan ini,” tambahnya.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti dari mana virus ini menyebar, di satu sisi memang PMK ini sedang merebak di Pulau Jawa. Namun hal ini belum berani dipastikan asal muasal virus ini, mengingat ada beberapa hewan ternak yang masuk dari luar. “Termasuk sapi- sapi pengemukan yang dimasukan untuk IDUL ADHA atau Idul Qurban ini. Jadi kita tidak tau dari mana asal virus ini,” tambahnya. (met)