Ratusan Personel Satpol PP Diberi Shock Therapy

FISIK DIGEMBLENG: Ratusan personel Satpol PP digembleng fisiknya karena dianggap lalai buntut terjadinya kasus pencurian di Kantor Wali Kota Mataram. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Karena dianggap lalai menjalankan tugasnya menjaga Kantor Wali Kota Mataram yang kerap kemalingan, Satpol PP langsung mendapatkan pembinaan.

Sebanyak 130 personel Satpol PP diberi pembinaan disiplin mental dan fisik. Ratusan personel ini digojlok di Lapangan Sangkareang. “Iya hari ini ada sekitar 130 anggota Satpol PP yang mengikuti pembinaan disiplin mental maupun fisik,’’ ujar Pelaksana Tugas Kasat Pol PP Kota Mataram Mahmudin Tura di Mataram, kemarin (24/6).

Kegiatan ini diikuti personel pria dan wanita. Semuanya digojlok fisiknya. Dimulai sekitar pukul 07.00 WITA. Diawali dengan apel pagi yang dilanjutkan dengan pemberian motivasi agar Satpol PP fokus dengan tugasnya. Setelah itu, fisik personel Satpol PP digembleng dengan push up dan lari keliling Lapangan Sangkareang. “Pokoknya ini untuk digembleng fisiknya dulu. Push up dan lari keliling lapangan,’’ katanya.

Mahmudin mengatakan, Satpol PP digojlok bukan sebagai bentuk hukuman. Melainkan untuk fokus kembali terhadap tugasnya. Karena selama ini, kegiatan serupa cukup lama tidak dilaksanakan. Sehingga dianggap perlu untuk diberikan saat ini. Tapi diakuinya, kegiatan di Lapangan Sangkareang memang buntut dari terulangnya kasus pencurian di Kantor Wali Kota Mataram. “Jadi ini seperti shock therapy untuk mereka. Supaya mereka jangan kendor melaksanakan tugas,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  KPK Minta 91 Pejabat Pemkot Mataram Verifikasi Ulang LHKPN

Kendornya penjagaan di Kantor Wali Kota Mataram menjadi sorotan. Terutama terhadap kinerja Satpol PP yang jumlahnya banyak, berjaga di kantor wali kota. Karenanya, seluruh personel yang saat itu tidak bertugas diwajibkan mengikuti kegiataan pembinaan disiplin fisik. “Kita kumpulkan juga untuk diberikan pengarahan, jadi harus ada peningkatan kinerjanya. Kemarin ini memang agak kendor,’’ terangnya.

Padahal sebelumnya kinerja Satpol PP cukup diapresiasi, seperti cukup sukses dengan tugasnya mengawasi pelaksanaan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Selanjutnya penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah tempat. Kemudian sejumlah kegiatan lain bersama instansi terkait juga sukses dilaksanakan. Tapi pencurian beruntun di Kantor Wali Kota Mataram menghapus seluruh prestasi Satpol PP. “Tiba-tiba ada kemalingan ini yang cukup sering. Jadi penilaian masyarakat langsung turun drastis terhadap Satpol PP,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Mengunjungi Masjid Al- Mustafa Lingkungan Pesinggahan

Selain fisik Satpol PP yang digenjot, penyelidikan internal masih dilaksanakan. Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya keterlibatan personel di kasus pencurian di Kantor Wali Kota Mataram. Penyelidikan dilakukan Tim Penyelidik Internal Satpol PP. “Iya kan penyelidikannya diupayakan sepekan. Jadi kita tunggu saja hasilnya. Ini belum apa-apa seolah Satpol PP yang dicurigai,’’ pungkasnya.

Keringat Satpol PP bercururan mengikuti kegiatan pengemblengan fisik. Karena memang cukup lama kegiatan seperti itu tidak dilaksanakan. Apalagi dilaksanakan karena kinerjanya dianggap mengecewakan. Tetapi karena perintah pimpinan, seluruhnya diterima dengan lapang dada. “Kan semua ini yang ikut. Ya kita siap salah saja. Walaupun memang agak kaget harus ikut kegiatan fisik ini. Karena tumben ya kita jadinya cukup lelah. Badan seperti kaget,’’ terang salah satu personel Satpol PP kepada Radar Lombok. (gal)