Ratusan Pedagang Pasar Renteng Geruduk Gedung Dewan Loteng

Pedagang Pasar Renteng
GERUDUK: Ratusan pedagang Pasar Renteng yang menjadi korban kebakaran ketika menggeruduk gedung DPRD Loteng, menuntut janji Dewan yang hendak memfasilitasi pertemuan dengan perbankan, Senin (13/8). (M. HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Ratusan pedagang Pasar Renteng, Kecamatan Praya, yang menjadi korban kebakaran yang melanda pasar itu beberapa waktu lalu, kembali mendatangi gedung DPRD Lombok Tengah (Loteng), Senin (13/8).

Mereka datang untuk menagih janji para wakil rakyat tersebut, yang mengatakan akan mempertemukan para pedagang dengan pihak perbankan terkait pinjaman yang sebelumnya mereka lakukan.

BACA JUGA: Harga Tembakau Diprediksi Naik 10 Persen

Salah seorang pedagang, Fathurrahman menyampaikan bahwa para pedagang itu datang untuk menagih janji para dewan yang akan memfasilitasi mereka dengan pihak bank. Pasalnya sampai saat ini, dia bersama ratusan pedagang lainnya tidak bisa berjualan, selain tidak ada lokasi, juga tidak memiliki modal.

“Kami hanya ingin diperhatikan, sama seperti pemerintah memperhatikan para korban gempa. Pasalnya kami juga korban, tapi tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sehingga kami meminta kepada Dewan yang terhormat agar segera memfasilitasi kami dengan pihak bank,” ungkap Fathurrahman.

Lebih jauh disampaikan, pemerintah jangan tutup mata dengan penderitaan yang dialami oleh para pedagang. Para wakil rakyat dan pemerintah di pilih oleh rakyat, sehingga harus mengedepankan kepentingan rakyat juga.“ Ini jangankan modal usaha, tempat kita berjualan saja sampai saat ini masih tidak jelas,” keluhnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pihak perbankan, baik BRI, BNI maupun Bank Mandiri untuk memberikan keringanan kepada para pedagang. Setidaknya mereka diberikan dana CSR yang ada di masing-masing bank tersebut untuk meringankan beban mereka. “Kami ini tertimpa musibah, dan kami berharap agar kami diperhatikan juga,” pintanya.

Pedagang lain, Fadlan Haris menyampaikan saat ini pihaknya sedang kebingungan setelah terjadinya kebakaran hebat yang melanda Pasar Renteng tersebut. Pihaknya sangat berharap agar pemerintah memberikan solusi terbaik kepada masyarakat.

“Kerugian kami mencapai ratusan juta, dan kami harus membayar cicilan bank setiap bulanya. Lalu dari mana kami bisa mendapatkan uang cicilan tersebut, sementara kondisi kami masih sangat memperihatinkan. Sehingga kami mohon agar tidak ada bunga untuk pembayaran di bank, dan kami meminta agar kami juga diberikan pinjaman oleh bank dan jangan dipersulit,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera membangunkan pasar yang layak, dan segera menentukan dimana lokasi yang tepat untuk mereka berdagang sementara. Pasalnya para pedagang mendapatkan informasi bahwa mereka akan dipindahkan kedekat pembangunan Kantor Bupati di eks PTP Desa Puyung.

“Kalau kami dipindah ke Puyung, maka kami dengan tegas menolaknya. Karena sudah jelas kami akan kesulitan untuk para pelanggan kami yang sudah ada. Kalau kami direlokasi, maka kami meminta tidak jauh dari lokasi pasar yang ada saat ini, dan kami juga meminta agar ada ganti rugi kepada kami,” jelasnya.

BACA JUGA: Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Terpal dan Air Mineral

Pihaknya sangat menyayangkan sikap yang ditunjukan oleh Pemda pasca kebakaran tersebut, dimana Pemda terkesan tidak mempedulikan kondisi para pedagang. Padahal untuk pajak, para pedagang tidak boleh telat. “Kalau bayar pajak kita terus ditekan. Tapi sekarang pas ada musibah malah pemerintah hilang. Lalu kemana pajak yang kami berikan selama ini?” tanyanya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng, H Saman menyampaikan bahwa dari hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh jajaran Pemda. Maka disepakati untuk sementara agar para pedagang berjualan di samping pembangunan kator bupati. “Sembari kita membangun pasar, maka para pedagang pindah ke eks PTP Puyung, dan semua tenda akan kita siapkan kepada para pedagang. Insya Allah secepatnya akan kita bangun juga. Yang jelas pembangunan paling akan dimulai satu atau satu setengah tahun kedepan,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan pendapatan para pedagang nantinya di tempat yang baru, pihaknya dari dinas akan membuatkan hiburan kepada para pedagang, agar masyarakat tidak jenuh. Disatu sisi agar para pembeli juga tertarik untuk datang ketempat itu. “Karena lokasi itu hanya untuk sementara saja, kita tidak memiliki lahan lain selain ditempat itu,” paparnya.

Sedangkan Direktur Bank NTB Cabang Praya, Pahriati menyampaikan pihaknya sudah melaporkan ke atasannya, bagaimana membantu para pedagang. Hanya saja pihaknya tidak bisa membantu kalau untuk melakukan penghapusan terhadap hutang sebelumnya. Pihaknya hanya bisa memberikan tambahan waktu untuk para pedagang melunasi. “Kita berikan kesempatan selama enam bulan untuk para pedagang tidak memikirkan bank terlebih dahulu. Tapi bagaimana fokus kembali bekerja dan mengembalikan modal yang selama ini hilang akibat dari kebakaran itu,” tambahnya.

Ketua DPRD Loteng, H Ahmad Fuaddi mengaku semua tuntutan yang dilayangkan kepada pemerintah oleh dewan akan langsung disampaikan. Pihaknya berharap agar para pedagang tetap bersabar dengan musibah yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kalau untuk Bank sudah diberikan keringanan, tapi bapak- bapak tetap harus membayar nantinya setelah enam bulan. Sementara untuk lokasi dan ganti rugi nanti saya bicarakan dengan Pemda, dan selesai ini juga saya akan ketemu dengan Sekda,” ungkapnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut