Ratusan Nakes tak Ikut Divaksin

DIVAKSIN: Sekda Lobar H. Baehaqi, kembali divaksin setelah menerima vaksin 14 hari lalu.(Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat memperkirakan sekitar 200 orang lebih tenaga kesehatan (nakes) di daerah ini tidak bisa menjalani vaksinasi Covid-19 di tahap pertama sekarang ini. Penyebabnya, mereka ada yang hamil, sedang masa menyusui, bahkan ada juga yang sudah terpapar virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Made Ambaryati, menjelaskan, dari 2.488 nakes di Lobar yang sudah masuk namanya sebagai penerima vaksin, setelah dilakukan pengecekan, banyak yang tidak bisa atau ditunda pemberian vaksinnya. “Mereka yang hamil atau sedang menyusui, atau menderita comorbit tidak bisa diberikan vaksin, pemberian vaksin kita tunda, sampai dinyatakan sehat, atau layak menerima vaksin,” ungkapnya.

Ambar memperkirakan, dari 2.488 nakes tersebut, ada sekitar 70-75 persen yang bisa menerima vaksin, sampai saat ini sudah ada sekitar 1.433 atau 60 persen yang sudah menerima vaksin, sedangkan batas pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan, sampai tanggal 31 Januari 2020.”Sampai tanggal 31 Januari, insya allah semuanya bisa selesai yang 70 persen,” katanya.

Jika sisa vaksin yang sudah dialokasikan untuk nakes masih ada, maka nanti vaksin tersebut akan dikembalikan ke pemerintah provinsi untuk didistribusikan ke daerah lainnya di NTB.” Kalau tidak habis, nanti kita kembalikan, disalurkan ke kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Bupati Lombok Barat dan jajaran Forkopimda Lombok Barat telah menjalani vaksinasi tahap kedua setelah divaksin 14 hari lalu. Pemberian vaksin dilakukan terpisah, namun vaksinasi berjalan lancar. Bupati bersama Sekda Lobar divaksin di pendopo, sedangkan anggota Forkompimda lainnya divaksin di sejumlah faskes terdekat.” Alhamdulillah Forkompimda sudah selesai divaksin semuanya,” kata Bupati H. Fauzan Khalid.

Bupati mengungkapkan, usai vaksin pertama pada 16 Januari lalu, ia dan jajaran Forkopimda lainnya saling berkomunikasi menanyakan perihal efek samping yang mereka rasakan setelah disuntik vaksin Sinovac. Tapi sama sekali hampir tidak ada efek yang parah sampai mengganggu aktivitas mereka.” Iya namanya obat pasti ada efek, kita minum obat pun kan pasti ada efeknya kan, tetapi efeknya tidak sampai menganggu aktivitas kita,” ungkapnya.

Setelah tahap kedua vaksin dilaksanakan, dua hingga tiga minggu mendatang, mereka yang telah disuntik pun akan di-rapid guna mengetahui sejauh mana efektivitas dari vaksin sinovac tersebut.”Tujuannya supaya diketahui, sejauh mana imun kita berkembang. Sehingga kemudian kita tidak akan tertular dengan Covid-19,” katanya.

Walaupun beberapa pihak ada yang terjangkit Covid usai divaksin Sinovac, ia mengaku tetap optimis dengan program vaksinasi ini sebagai bentuk tindakan preventif yang diharapkan bisa untuk saling menjaga supaya tidak saling tertular dan menulari. Untuk Lombok Barat sendiri, sudah ada sekitar 60 persen Nakes yang telah divaksin. Dan vaksin nakes yang direncanakan tuntas pada 31 Januari nanti, ditargetkan sekitar 70 hingga 75 persen nakes sudah tervaksin untuk dapat membentuk herd immunity.

Kemudian setelah itu akan beralih ke TNI-Polri, Pol PP serta Damkar dan pelayanan publik lainnya. Ia pun menyebut bahwa pihaknya akan mengusulkan supaya para guru juga dapat segera divaksin.(ami)