Ratusan Motor Disita

Ratusan Motor Disita
DISITA: Inilah kondisi kendaraan yang berhasil disita Satlantas Polres Lombok Tengah, Selasa (10/3).(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Satlantas Polres Lombok Tengah sedang gencar-gencarnya melakukan razia untuk Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD). Hal itu dilakukan untuk menekan tindak kejahatan yang saat ini sering terjadi, seperti kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dan aksi balap liar.

Kasatlantas Polres Lombok Tengah, AKP Marully Rahcmat Azwar mengatakan, kegiatan K2YD ini rutin yang dilakukan petugas. Selain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa tertib dalam berkendara. Di satu sisi, razia dilakukan untuk menekan terjadinya tindak kejahatan. “Razia K2YD ini untuk menekan terjadinya kasus curanmor dan beberapa kasus lainnya dan hal ini merupakan atensi dari Polda NTB. Sehingga dilaksanakan setiap hari untuk melakukan penindakan terhadap para pengguna jalan yang tidak tertib,” ungkap Marully, Selasa (10/3).

Karena atensi dari Polda NTB, maka setiap hari khususnya di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Razia dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ketertiban berlalulintas dan mencegah kasus curanmor serta aksi balap liar yang sering meresahkan masyarakat. “Razia ini akan terus kita lakukan setiap hari. Untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat dalam berkendara,” terangnya.

Selama sepekan terakhir ini, setidaknya petugas berhasil mengamankan ratusan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat. Para pengendara yang tidak menggunakan helm juga diberikan tilang. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap para pengendara. Agar kedepan mereka tertib dalam berlalu lintas. “Ada 100 lebih kendaraan yang diamankan dalam razia K2YD ini. Makanya kita imbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas dalam menggunakan kendaraan. Bagi kendaraan mobil pikap atau mobil bak terbuka, supaya tidak membawa penumpang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Bagi kendaraan yang diamankan ketika balap liar, petugas melakukan tindakan tegas berupa penahanan kendaraan dengan waktu yang lumayan lama. Hal ini dilakukan agar menjadi pelajaran kedepan mereka tidak lagi melakukan aksi balap liar. Mengingat kegiatan ilegal ini sangat berbahaya bagi keselamatan mereka. “Selain merazia pengendara biasa, kita juga rutin patroli dan memantau lokasi yang kerap dijadikan balap liar. Kalau kita temukan, maka langsung kita angkut kendaraan tidak hanya yang melakukan balapan. Bahkan, kendaraan penonton juga akan kita angkut,” tegasnya.

Diakui, kesadaran masyarakat sudah berangsur membaik dalam berkendara tapi tidak bisa dipungkiri masih ada masyarakat yang tidak tertib. Seperti mobil bak terbuka yang mengangkut orang, masih adanya warga yang tidak taat seperti tidak menggunakan helm. “Makanya kita berikan tindakan tegas berupa penilangan. Bahkan hingga kendaraan mereka kita sita,” tandasnya. (met)