Ratusan Massa di Lombok Desak Penutupan Ponpes Al Zaytun

MATARAM–LSM Kajian Advokasi Sosial Serta Transparansi Anggaran NTB dan Aliansi Gerakan Iman Pulau Seribu Masjid Menggugat melakukan aksi di Polda NTB, Kamis (6/7/2023)

Jumlah massa keseluruhan sekitar 350 orang. Sebagai Koordinator Lapangan  KASTA NTB yakni Lalu Wink Haris (guru PNS di Lombok Tengah).

Sementara Koordinator Lapangan Gerakan Iman Seribu Masjid Menggugat yakni Lalu Winengan (Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Barat).

Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa mengatakan bahwa total 252 personel dari gabungan Polresta Mataram dan Polsek jajaran diterjunkan mengamankan aksi.

Kedua massa menyampaikan aspirasi tentang beberapa hal yang ditujukan kepada Kapolda NTB, di antaranya untuk melakukan penutupan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu Jawa Barat dan terduga pelaku segera diproses secara hukum.

Kedua massa aksi menilai adanya dugaan penistaan agama oleh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang selaku Pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun dengan meminta pihak Kepolisian untuk melakukan penutupan dan segera menangkap terduga pelaku.

Karena beberapa pernyataan pendiri ponpes tersebut menyinggung umat Islam yang ada di seluruh Indonesia, oleh karena itu massa aksi menuntut untuk serius menangani serta oknum-oknum yang melindungi.

Perwakilan massa aksi diterima oleh Kabag Binops Dit Reskrimum Polda NTB AKBP I Ketut Bagiartana dengan menerima pernyataan sikap dari massa aksi dan meminta dalam waktu 2 minggu kasus menjadi aspirasi ini sudah berproses secara hukum.

Setelah mendengarkan keterangan dari pihak Polda NTB, selanjutnya massa aksi membubarkan diri, aksi unjuk rasa berakhir pukul 11.50 WITA berjalan dengan tertib, aman dan lancar. (RL)

Komentar Anda