Ratusan Jukir Bodong Kembali Ditertibkan

PENERTIBAN JUKIR: Dinas Perhubungan Kota Mataram terus gencar melakukan penertiban Jukir bodong di Kota Mataram. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Penindakan kepada para juru parkir (Jukir) bodong di Kota Mataram terus dilakukan. Bahkan sudah ada 112 Jukir yang masuk dalam daftar hitam karena tanpa mengantongi identitas. Mereka beraksi dibeberapa komplek pertokoan baru di Kota Mataram.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M Saleh menyebutkan dari  hasil penertiban sudah mulai  terlihat. Hasilnya juga sangat signifikan. Para Jukir) tanpa identitas ini sudah mulai sadar, dan akhirnya banyak yang mendaftarkan diri. “Kita sudah tertibkan 112 Jukir bodong. Tim gabungan akan terus menyisir semua lokasi,” katanya kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (17/11).

Dalam prakteknya, para Jukir bodong ini menyamar dengan menggunakan seragam dan pluit, tetapi tidak memiliki ID Card resmi dari Dishub Kota Mataram. Mereka beraksi diwaktu-waktu tertentu, yakni ketika petugas Dishub tidak melakukan keliling. Akibatnya, salah satu sumber PAD ini selalu terjadi kebocoran.

BACA JUGA :  TPS Pasar Pagesangan Ditutup

Saleh menyebutkan, penindakan para oknum Jukir bodong ini akan terus dilakukan. Mereka telah diberikan pembinaan, serta meminta para petugas untuk melaporkan diri ke Dishub Kota Mataram. Karena kalau ingin menjadi petugas resmi, ada tahapan yang harus dilakukan.

“Untuk penegakan akan terus dilakukan, agar bisa memenuhi target PAD akhir tahun 2021, yang terus dikejar selama ini. Kita berikan pembinaan pada kalangan petugas parkir, dengan lebih mengoptimalkan dan menjalankan aturan yang ada,” tegasnya.

Saleh mengimbau pengawasan dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat. Sehingga bisa melaporkan langsung ketika mendapatkan Jukir yang tidak sesuai dengan atribut yang sudah ditetapkan Dishub Kota Mataram. “Kita harus sama-sama melakukan pengawasan, untuk memenuhi target PAD  Kota Mataram,” katanya.

BACA JUGA :  Rekrutmen CPNS Tunggu Keputusan Pusat

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Mataram I Gde Sudiarta mengatakan, untuk pemenuhan target PAD di Kota Mataram, maka retribusi parkir di Kota Mataram harus digarap secara maksimal. “Selama ini masih banyak sumber kebocoran, karena masih ada Jukir yang nakal,” sebutnya.

Pihak dinas terkait juga diminta untuk terus melakukan inovasi, sehingga bisa menekan angka kebocoran PAD di Kota Mataram. “Kita minta semua OPD berinovasi, sehingga bisa lebih giat dalam meningkatkan PAD, dan melihat beberapa peluang yang ada,” pungkasnya. (dir)