Ratusan Guru Kecewa Seminar Pendidikan IGI

Ratusan Guru Kecewa
GURU KECEWA : Suasana ruang seminar IGI NT nampak banyak kursi kosong, hanya diikuti puluhan orang.( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

Setiap Guru Bayar Rp 100 Ribu

MATARAM – Ratusan guru kecewa dan merasa dibohongi oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang melaksanakan seminar nasional pendidikan untuk mendatangkan Mendikbud Nadimen Makarim, Kamis (19/12). Ratusan guru yang sudah mendaptar dengan biaya Rp 100 ribu per orang merasa dibohongi, ternyata tidak ada Mendikbud Nadiem yang hadir menjadi narasumber sebagaimana dipromosikan oleh IGI NTB.

“Semua peserta seminar kecewa tidak hadirnya pak Mendikbud. Kok panitia bisanya menjual nama Mendikbud agar hadir diacara ini, tapi kenyataanya tidak hadir,” sesal Kepala SMA Amanah Madapangga, Kabupaten Bima, Abu Bakar S.Pd kepada Radar Lombok, kemarin.

Dia mengaku bahwa peserta yang mengikuti kegiatan seminar yang berlangsung di Gedung Auditorium Unram dan mendaftar  secara online, dimana panitia IGI mengklaim pak menteri hadir, sehingga peserta mengeluarkan Rp 100 ribu untuk biaya pendaftaran.

“Kita dari Bima membutuhkan biaya yang cukup banyak sekitar Rp 1 juta habis. Belum menyewa penginapan, transportasi supaya bisa langsung bertemu dengan Mendikbud agar jelas arah kebijakan ini,” bebernya.

Hal yang sama peserta lainnya, Anis mengaku  dirinya mendaftar dalam seminar ini tidak lain untuk memperjelas Ujian Nasional (UN) di hapus, kemudian Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP) 1 lembar kepada pak Mendikbud RI.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini kecewa dengan seminar ini. Banyak teman-teman kecewa karena ternyata pak Mendikbud  tidak hadir dan seminar ini tidak menjawab  kebutuhan kita,” kesalnya.

Sementara itu, Ketua IGI NTB Ermawanti berdalih kegiatan seminar yang dilaksanakan tidak dihadiri Mendikbud Nadiem Makarim, karena adanya agenda Wapres Prof KH Ma’ruf Amin, sehingga dibatalkan hadir di acara seminar pendidikan diadakan IGI NTB tersebut.

“Saya sangat paham sekali karena protokoler menyampaikan ada tugas negara dari pak Mendikbud, karena ini lebih mementingkan tugas negara daripada untuk seminar ini,” dalihnya.

 Bukan hanya itu, Ermawanti mengaku sangat kecewa karena sudah tiga kali bolak balik ke Jakarta masih ada jawaban positif Mendikbud hadir di acara seminar. Namun  pas jawabannya terakhir ada agenda dengan Wapres. (adi)