Rangkul Semua Elemen, Ahyar-Mori Berpeluang Menang

ahyar mori
AKRAB: Cawagub nomor urut 2 H Mori Hanafi akrab menyapa warga Bima saat kampanye belum lama ini. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAMPasangan nomor urut 2, TGH Ahyar Abduh-Mori Hanafi (Ahyar-Mori) diyakini banyak pihak akan menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur (pilgub) NTB. Hal itu disebabkan paslon yang didukung 9 partai politik itu merangul semua elemen masyarakat tanpa terfokus pada satu kelompok tertentu saja.

Tokoh politik NTB, Dr TGH Hazmi Hamzar melihat Ahyar-Mori tidak hanya menggarap basis massa tertentu. Dari pola kampanye seperti inilah, pasangan yang mewakili pulau Lombok dan Sumbawa itu akan mampu mengalahkan kandidat lainnya. “Ada kecenderungan tiga paslon yang lain hanya terfokus mengelola basis massanya sendiri. Beda dengan Ahyar-Mori yang bisa didukung oleh semua kalangan, makanya peluang menang lebih besar,” ucap politisi pendiri Yayaysan Marakit Ta’limat ini, Jumat kemarin (6/4).

Menurutnya, pola pendekatan berbasis kelompok itu dipandang kurang baik karena akan menimbulkan kesan di mata pemilih, bahwa calon tersebut lebih mementingkan kelompoknya dari pada masyarakat secara umum. “Lihat saja pasangan Suhaili-Amin, konsentrasi pada pemenangan di jamaah Yatofa Bodak. Kemudian Zul-Rohmi fokus mengelola jamaah NW Pancor, begitu juga pasangan Ali-Sakti sepertinya konsentrasi mengurus pemilih NW Anjani. Kalau polanya seperti ini, saya bisa lihat potensi Pak Ahyar memenangkan pilkada cukup besar,” kata Hazmi.

Masyarakat  yang memiliki hak pilih, cenderung akan mencari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang tidak memiliki basis massa dukungan dari kelompok tertentu. “Figur yang tidak menunjukkan kelompok tertentu itu saya lihat ada pada Ahyar. Ini suatu kelebihan dan kemenangan yang luar biasa,” sebut tuan guru yang juga Wakil Ketua DPW PPP NTB ini.

Apabila pola kampanye dilakukan dengan pendekatan kelompok tertentu sampai akhir jadwal kampanye nanti, bisa disimpulkan kemenangan akan berpihak kepada calon yang merangkul semua golongan pemilih. Pemilih yang bukan bagian dari organisasi tertentu akan memilih kandidat tidak memiliki jaringan kelompok.

Sementara berdasarkan data yang ada, dari 3,7 juta pemilih di NTB, tipe pemilih yang tidak terkontaminasi organisasi atau kelompok sangat besar. TGH Hazmi menegaskan, dirinya bukan berarti meremehkan peluang paslon lain untuk menang. Namun, selaku tokoh politik NTB, dirinya menganalisa peluang kemenangan Ahyar-Mori paling besar hingga saat ini.

Potensi lain yang membuat unggul pasangan Ahyar-Mori juga, karena refresentasi pulau Lombok dan Sumbawa. Terlebih lagi, sosok yang bisa merefresentasikan masyarakat Bima dan Dompu hanya ada pada figur Mori Hanafi. “Jadi sangat wajar kalau masyarakat di sana lebih banyak akan mendukung  pasangan Ahyar-Mori. Benar mereka menerima semua calon yang datang, tapi tanggal 27 Juni nanti pasti mayoritas mencoblos Ahyar-Mori,” ujarnya.

Keunggulan pasangan Ahyar-Mori juga terletak pada tingginya dukungan partai politik. Hampir setengah kursi di DPRD NTB mendukung pasangan tersebut di Pilkada NTB. “Jika semua mesin partai bergerak sampai ke tingkat bawah, kemenangan sudah semakin besar. Taruhlah masing-masing anggota dewan ini baik kabupaten/kota maupun provinsi yang parpolnya sudah mengusung Ahyar-Mori membawa separuh saja suara yang dia peroleh saat duduk di kursi dewan, tentu pasangan ini akan unggul,”  tutupnya.

Sementara itu, Paslon Ahyar-Mori terus turun menyapa masyarakat. Kedua sosok tersebut berbagi peran dengan baik untuk menggarap suara pemilih. Ahyar semakin giat berkampanye di pulau Lombok dan Mori terus menambah dukungan di pulau Sumbawa. (tim)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut