Randis “Rongsokan” Didata Ulang

RONGSOKAN : Nampak mobil dinas rongsokan terparkir di belakang Pendopo Wali Kota Mataram kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Aset daerah berupa kendaraan dinas (Randis) didata ulang dan akan segera dilelang. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram melakukan pendataan ulang serta penarikan Randis berumur tua di sejumlah SKPD.

Kepala BKD Kota Mataram HM. Syakirin Hukmi mengatakan, saat ini pendataan tengah berlangsung. Pelelangan akan dibuka setelah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram. Proses lelang akan dibuka secara umum dan diserahkan ke KPKNL.

Ada ratusan Randis sepeda motor berada di belakang kantor wali kota. Randis-Randis yang ada merupakan hasil pengadaan pada tahun 1990 hingga awal tahun 2000. Untuk harganya bervariasi tergantung penawaran dari peserta lelang.

[postingan number=3 tag=”randis”]

Setelah melalui tahap lelang, kendaraan baik roda dua maupun empat dihapus dari data. Lelang akan ditentukan oleh KPKNL, Pemkot hanya melakukan pendataan. Tetapi, jika tidak berhasil terjual semua maka akan dilakukan lelang ulang. “ Nanti bisa lelang ulang dengan kembali mengajukan kepada KPPN,” terangnya.

Penghapusan ini dilakukan lantaran kendaraan-kendaraan tersebut sudah tidak layak pakai. Sesuai ketentuan maka perlu dilakukan lelang untuk melakukan penghapusan tersebut. “Kendaraan tersebut memang sudah tidak terpakai lagi karena sudah tidak layak," kata dia.

Kendaraan dinas yang dilelang, kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak yang sudah rusak berat dan ringan. Seperti di belakang pendopo Wali Kota Mataram kendaaraan dari dinas BPBD Kota Mataram kondisinya ringsek.

Hal ini menjadi perhatian serius pengelola aset daerah. Syakirin meminta untuk penggunaan aset daerah diperhatikan secara serius serta perawatan yang maksimal. sehingga tidak terjadi kerusakan cukup parah.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM. Zaini meminta dinas terkait memperhatikan pemeliharaan aset daerah. Selama ini banyak dikeluhkan aset daerah yang tidak terurus. “ Setiap dinas sudah ada anggaran pemeliharaan kendaraan, kita minta dioptimalkan, serta pengawasannya harus ketat,” katanya.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut