Rampok Komplotan Astam Masih Berkeliaran

ilustrasi perampok
ilustrasi perampok

PRAYA – Enam orang rampok komplotan Astam alias Amaq Athar, masih bebas berkeliaran menghirup udara segar.

Polisi belum berhasil menangkap enam orang dari sembilan pelaku perampokan di Dusun Emboan Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat, Kamis (5/10) lalu. Namun, polisi memastikan akan mengejar keenam orang perampok sadis yang sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan itu. “Tinggal enam orang lagi yang belum berhasil kita amankan. Informasinya ada di Bali dan ada juga yang di sekitar Sekotong. Keberadaan mereka tetap kami lacak dan sampai kapan pun akan kami kejar,’’ tegas Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang, Rabu kemarin (1/10).

BACA JUGA :  Gugatan Agus Winaktu Harus Diterima Hakim

Rafles mengaku, anggota cukup kesulitan meringkus pelaku karena persembunyianya selalu berpindah-pindah. Meski demikian, Rafles mengaku sudah mengantongi identitas keenam pelaku dan peran masing-masing. Untuk itu, pihaknya sendiri terus melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian yang diduga wilayahnya sebagai lokasi pelarian para pelaku ini. “Tapi kita landai-landai saja dulu dalam menangkap pelaku. Yang jelas sampai kapanpun akan tetap kami buru,” ujarnya.

Perwira balok tiga ini menegaskan, jika enam orang pelaku tersebut ditemukan. Pihaknya tidak akan segan-segan menembak pelaku seperti tiga rekanannya yang sudah ditangkap terlebih dulu. Bahkan, nasib keenamnya bisa lebih buruk jika terus jika terus nekat melawan petugas. ‘’Kalau melawan maka pastinya akan kita tembak. Apalagi dia para komplotan ini tergolong nekat,” ancamnya.

Rafles juga menyebut, anggotanya sudah meringkus tiga orang dari sembilan komplotan ini. Yakni, Muliadi alias Amaq Ani, 42 tahun, warga Dusun Kelambi Desa Pandan Indah, Astam alias Amaq Athar, 41 tahun, warga Dusun Dasan Tengak Desa Bonder Kecamatan Praya Barat, dan Sampan alias Amak Adin, 35 tahun, warga Dusun Panggongan Desa Pandan Indah Kecamata Praya Barat Daya.

Muliadi dan Astam sendiri diringkua pada malam kejadian di Desa Persiapan Pandan Tinggang Kecamatan Praya Barat Daya. Astam sendiri duduga sebagai otak dari perampokan ini. Kemudian Sampan diringkus di jalan raya Keluke Desa Batujai Kecamatan Praya Barat, sekitar pukul 09.00 Wita, Sabtu (14/10). Ia dilumpuhkan setelah berusaha melawan petugas saat ditangkap. Sampan sendiri diamankan karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (curas) alias rampok di Dusun Jogor Desa Mekarsari Kecamatan Praya Barat pada 30 Juli lalu.

Selain itu, ia juga diketahui ikut terlibat dalam aksi di Dusun Emboan Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat, bersama Astam dan komplotannya. Sehingga polisi tak segan-segan melumphkan komplotan perampok sadis ini.

BACA JUGA :  Liburan, Turis Jerman Ditodong Begal

Rafles menjelaskan, Astam dan kawananya merampok di Dusun Emboan Desa Mangkung, pada 5 Oktober lalu.  Mereka menyasar rumah Amaq Ismail dan tiga tetatangganya, yakni Inaq Iwan, Rumenim, dan Inaq Nur. Dari 4 TKP ini, komplotan ini berhasil menggondol sejumlah barang berharga berupa emas dan handphone (HP) serta 2 ekor sapi milik Amaq Ismail. (cr-met)