Ramadhan, Momentum Perkuat Toleransi

PRAYA—Kemulian bulan suci Ramadan harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat rasa toleransi antar warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Ibadah puasa di bulan Ramadan harus makin memperkuat toleransi dan tenggang rasa kita," kata Anggota DPD RI dapil NTB, H Lalu Suhaimi Ismy, dalam sosialisasi  empat pilar kebangsaan. Yakni, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, senin kemarin (13/6), di Pondok Pesantren Sa'adiyah Tongkek Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah belum lama ini.

BACA JUGA :  Selama Ramadan, Masjid Dibuka Sesuai Prokes

Mantan Kemenag NTB itu mengatakan, toleransi dalam keragaman tidak lain untuk menghormati keyakinan dan ibadah antar umat beragama. Toleransi dapat berupa rasa saling menghormati masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa kepada yang sedang menjalankan. Bila rasa pengertian ini terpupuk dengan baik,  jelasnya, akan tercipta suasana masyarakat yang tenang dan tentram dalam menjalankan ibadah.

"Dengan kita bertoleransi, saling menghormati dan bertenggang rasa, maka dengan sendiri tercipta kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan bersama," terangnya.

BACA JUGA :  Fauzan Bangga Kualitas Toleransi di Lobar Tinggi

Dalam kesempatan itupun, Suhaimi menyinggung terkait dengan razia warung yang menjadi viral di media sosial. Dia mengatakan,  bulan Ramadan harus mencerminkan suasana ibadah yang baik, sejuk dan menentramkan. Tidak perlu ada pemaksaan yang diimbangi dengan pengertian antar pihak sehingga tidak terjadi kesalahpemahaman.

Dikatakan, kebhinekaan yang dimilki oleh Indonesia merupakan berkah bagi bangsa Indonesia. Kebhinekaan menjadi sendi penguat bagi kesatuan bangsa ini. (yan)