Ramadan, Pelayanan RSUD KLU Tetap Optimal

RSUD KLU
ANTREAN : masyarakat pasien menunggu giliran dipanggil petugas loket pendaftaran. Seperti biasanya pelayanan di RSUD KLU tetap berjalan normal dan lebih dioptimalkan sepanjang bulan puasa. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Sistem pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tetap berjalan optimal sepanjang bulan suci Ramadan. Yang membedakan sepanjang Ramadan pelayanan lebih ketat dan memberikan perhatian lebih khusus, karena biasanya bulan Ramadan jika pasien menunggu lama lebih cepat capek.

Hal itu disampaikan Plt Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo kepada Radar Lombok, Rabu (30/5). “Pelayanan RSUD tetap seperti biasa berjalan normal dan optimal. Hanya dibedakan dengan pelayanan lebih ketat dan lebih memberikan perhatian khusus sepanjang bulan puasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika hari biasa memulai menerima pelayanan pada pukul 07.45 Wita, sementara bulan puasa ini dimulai pada pukul 08.00 Wita. Perubahan jadwal pelayanan ini tidak berpengaruh terhadap jam penerimaan pendaftaran. Seperti biasanya, hari Senin sampai hari Kamis petugas loket pendaftaran menerima hingga pukul 12.00 Wita, hari Jumat menerima hingga pukul 10.00 Wita, dan hari Sabtu menerima hingga pukul 11.00 Wita.

Setelah melakukan pendaftaran pelayanan, pasien bergeser ke ruang tunggu sebelah untuk menunggu pemanggilan dari pelayanan pemeriksaan dari dokter sesuai poli diinginkan. Pada saat melakukan pelayanan pemeriksaan, para tenaga medis akan melayani seperti hari biasa, hari Senin sampai Kamis petugas akan melayani hingga pukul 14.00 Wita, hari Jumat hingga pukul 11.30 Wita, dan hari Sabtu hingga pukul 12.30 Wita. “Jadwal pelayanan tetap seperti biasa, tidak ada perubahan, bahkan kami lebih memaksimalkannya,” katanya.

Mengantisipasi tumpukan antren pelayanan, pihak RSUD sudah jauh hari menyiapkan meng-inovasi pelayanannya. Disebutkan, penambahan loket pendaftaran pada hari biasa ada tiga loket di bulan puasa ditambah satu loket menjadi empat loket pendaftaran. Selain itu ada juga sistem pelayanan on line yang sudah berjalan. “Jadi, pasien melakukan pendaftaran cepat menerima giliran,” tandasnya.