Rahmat Ternyata Digebuk Preman Kampung

preman kampung
DITANGKAP: Sudar dan Gesu akhirnya mendekam di penjara. Keduanya ditangkap setelah mengeroyok Rahmat hingga bersimbah darah. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Aparat Polres Lombok Timur berhasil mengungkap warga Sumbawa yang ditemukan bersimbah darah di depan kuburan Dusun Menceh Desa Menceh Kecamatan Sakra yang menghebohkan warga sekitar Senin (27/5) lalu.

BACA: Warga Sumbawa Ditemukan Bersimbah Darah

Pelaku diketahui bernama Sudar, 35 tahun dan Gesu alias Melong, 33 tahun. Keduanya merupakan warga Dusun Kwangwae Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur. Sementara korban diketahui bernama Rahmat, 30 tahun, warga Dusun Dasan Tereng Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur. “Pelaku berhasil ditangkap karena saat melakukan penganiayaan dilihat oleh warga sekitar, sehingga polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus ini,” kata Kasatreskrim Polres Lotim AKP Yogi Purusa Utama, Selasa (28/5).

Ia mengatakan, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan alasan korban merupakan pelaku residivis yang kerap melakukan aksinya di wilayah Sakra Timur. Saat pelaku dijemput, pelaku dan keluarganya sempat bertahan. Namun dengan barang bukti yang jelas sebagai pelaku kejahatan dua pelaku diringkus. “Pelaku kita kita amankan sekitar pukul 21.00 Wita. Untuk mengantisipasi pengerahan massa dari kelurga pelaku ke Polsek Sakti, kedua pelaku dibawa ke Polres Lotim dalam pengawalan ketat anggota,” jelasnya.

BACA JUGA: Lupa Ganti Pelat, Jambret Ingusan Diborgol

Ia mengatakan, kedua pelaku ini penganiayaan adalah ketua preman di Kwangwae. Pelaku sering dilaporkan masyarakat atau  pengunjung pantai Kwangwae dan Rambang karena kerap membuat onar dan penjambretan di wilayah tersebut. Bukan hanya itu, salah satu pelaku atas nama Sudar dari hasil monitoring dan informasi di wilayah Sakti berprofesi sebagai bandar narkoba jenis sabu- sabu yang diedarkan di wilayah Sakti. Serbuk haram itu dipasok dari Desa Beleka Kecamatan Praya Timur dan Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah. Untuk pengembangan agar dilakukan tes urine kepada kedua pelaku. “Jadi pelaku ini merupakan ketua geng preman kampung yang kerap meresahkan warga. Atas perbuatannya, kedua pelaku sudah diamankan,” tandasnya.

Sebelumnya, masyarakat Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur digegerkan dengan ditemukan warga mengalami luka bersimbah darah di dekat kuburan Desa Menceh, Senin (27/5) sekitar pukul 14.00 Wita. Yang langsung dilarikan dilarikan ke puskesmas setempat, akan tapi karena kondisi luka yang sangat parah, akhirnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soejono Selong untuk mendapatkan perawatan intensif. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid