Radius Ledakan 15 Meter, Pengebom Ikan Ditangkap

BOM IKAN: Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto didampingi Dir Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Sahrin saat menyampaikan siaran pers di Polda NTB, Kamis (13/1).(DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Dit Polairud Polda NTB menangkap seorang nelayan di perairan Gili Lawang, Kabupaten Lombok Timur. Nelayan tersebut yaitu Sa’ad alias Amaq Murtini, warga Desa Timbagali, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

“Yang bersangkutan diamankan kemarin karena menangkap ikan dengan menggunakan bom di sekitar perairan Gili Lawang,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto didampingi Dir Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Sahrin, Kamis (13/1).

Kronologis pengungkapan kata Artanto bermula saat personel kapal Murai-4018 Korpolairud Baharkam Polri bersama dengan personel kapal Poliri 1002-XXI Dit Polairud Polda NTB patroli di sekitar perairan Gili Lawang dan menemukan sebuah perahu motor. Saat didekati, perahu motor tersebut melarikan diri menuju Gili Sulat. Begitu sampai di pesisir pantai, tiga orang yang berada di dalam perahu melarikan diri ke daratan. “Petugas terus melakukan pengejaran hingga akhirnya salah satu dari mereka yaitu Sa’ad berhasil diamankan,” ujar Artanto.

BACA JUGA :  2 Ribu Burung Selundupan Diamankan

Begitu dilakukan pemeriksaan pada perahu yang dipakainya, di sana didapati tiga bom rakitan yang hendak digunakan untuk menangkap ikan di laut. Bom ikan ini memiliki daya ledak tinggi. “Kalau diledakkan jangkauannya yaitu bisa sampai 15 meter ke kiri dan 15 meter ke kanan. Bisa habis terumbu karang dan ikan yang ada di sekitarnya. Ekosistem rusak,” bebernya.

Jika tindakan seperti ini dibiarkan kata Artanto, maka ekosistem laut lama-lama makin hancur. Untuk itu Dit Polairud Polda NTB sangat mengatensi kasus semacam ini.

Dir Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Sahrin menambahkan bahwa untuk pelaku saat ini akan diproses hukum di Polda NTB. Terlebih lagi dia adalah residivis kasus yang sama. “Pada tahun 2011 dia pernah terlibat pidana bidang perikanan yaitu melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan telah divonis 1 tahun penjara,” ujar Kobul.

BACA JUGA :  Kabur, Betis Suparman Dibolongi Polisi

Selain Sa’ad, pihaknya juga berkomitmen untuk segera menangkap dua orang rekannya yang telah melarikan diri saat proses penangkapan. Kobul mengaku bahwa pihaknya telah mengantongi identitas kedua pelaku dan saat ini masih diburu.

Untuk Sa’ad sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sa’ad dalam kesaksiannya mengaku menangkap ikan menggunakan bom karena lebih cepat. “1 bom bisa dapat satu kuintal ikan,” akunya.

Sa’ad sendiri menyadari bahwa perbuatannya dapat merusak ekositem bawah laut dan ia mengaku menyesal. Untuk bom ikan ia mengaku membeli dari seseorang di Pulau Sumbawa. Per bomnya Rp 50.000. “Itu sudah jadi dan tinggal pakai,” bebernya. (der)