Putria Sesalkan Penolakan Kereta Gantung

HL Moh Putria (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Pemkab Lombok Tengah kembali mendapatkan angin segar soal rencana pembangunan kereta gantung ke gunung Rinjani.

Ini menyusul adanya dukungan dari Kementerian Perhubungan RI soal rencana itu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, HL Muhammad Putria menyambut positif dukungan tersebut. Dia mengaku, dukungan ini sekaligus mementahkan penolakan yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat. ‘’Orang yang menolak itu tidak tahu apa-apa dan bisa kitakatakan bodoh,’’ tegas Putria kemarin (18/7) menanggapi sejumlah penolakan elemen masyarakat di media massa selama ini.

Pria yang bergelar Datu Siledendeng ini menjelaskan, rencana pembangunan kereta gantung itu tidak serta merta dilakukan. Semuanya membutuhkan rencana dan persiapan matang. Termasuk melalui serangkaian proses perizinan dan lainnya.

Pihaknya juga, lanjut Putria, sudah mendiskusikan rencana pembangunan ini dengan semua elemen. Termasuk dengan para investor yang berniat membangun kereta gantung itu.  “Kita tidak serta merta melakukan pembangunan karena pemkab juga paham aturan. Tidak mungkin kami membangun jika itu melanggar aturan yang ada,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Kerajaan Nusantara ini juga menjelaskan, rencana pembangunan kereta gantung ini merupakan mimpi yang akan mengangkat kemajuan pariwisata. Mengingat, kereta gantung ini hanya ada satu-satunya di NTB. “Jadi jangan cuma bisa ngoceh tanpa berbuat. Jangan banyak omong dan siapa pun yang menolak itu dia bodoh,” cetusnya.

Putria kembali memaparkan, rencana pembangunan kereta gantung ini sudah ada sejak dahulu kala. Secara historis, kereta gantung sudah menjadi implementasi leluhur Sasak. Kereta gantung ini nantinya juga akan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat.

Bukan hanya untuk masyarakat lokal saja, tapi masyarakat dunia juga akan hadir karena Rinjani memiliki pesona luar biasa. Selain itu, Rinjani juga memiliki keajaiban tersendiri. “Danau Segara Anak tidak pernah kering airnya. Padahal berada di tempat yang tinggi dan tidak ada hujan namun airnya mengalir terus sehingga potensi ini tidak boleh gagal. Kereta gantung ke Rinjani akan tetap dibangun,” ujarnya.

Ditambahkan, terkait dengan keajaiban tersebut, masyarakat dunia juga sudah berpikir tentang hal itu. Sehingga banyak investor yang ingin mewujudkan mimpi tersebut. Saat ini sudah ada enam investor yang memberikan komitmennya untuk kereta gantung.  “Investor yang ada sudah siap berapa pun cost-nya akan dibayar. Dan, kalau sudah ada pasti banyak wisatawan yang akan berkunjung,” prediksinya.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Tengah L Pathul Bahri, penolakan dari hasil survei itu tidak mendasar. Sampelnya hanya diambil dari media saja. ‘’Kalau masalah pro kontra itu sudah biasa,’’ katanya.

Begitu juga dengan sikap gubernur yang meningkinkan rencana tersebut dikaji ulang. Menurutnya, tentu akan ada kajian yang akan dilakukan sebelum melakukan pembangunan. “Setiap rencana pembangunan pasti ada kajian terlebih dahulu. Kami juga pasti akan melakukan kajian sebelum membangun, dan kereta gantung itu pasti jadi,” pungkasnya. (cr-met)