Puskesmas Trawangan Batal Dilanjutkan

Hilwan Jauhari (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Dinas Kesehatan KLU batal melanjutkan pembangunan puskesmas di Gili Trawangan yang diketahui mangkrak sejak 2018.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan KLU Hilwan Jauhari mengatakan, setelah banyak pertimbangan pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan puskesmas di Gili Trawangan. Melainkan akan membangun Klinik Pratama.

Alasan pihaknya memilih membangun Klinik Pratama dan batal membangun puskesmas kata Hilwan, karena luas wilayahnya sedikit dan jumlah penduduknya juga tidak terlalu banyak. “Ada syarat kapan kita boleh bangun puskesmas. Minimal sekian-sekian jumlah penduduknya dalam aturan,” tuturnya.

Baca Juga :  Zaldy Tidak Khawatirkan Tender Lelet

Terkait di mana Klinik Pratama ini nantinya dibangun, Hilwan mengaku akan memanfaatkan bangunan yang dulu direncanakan menjadi Puskesmas Trawangan tetapi mangkrak itu. Pihaknya akan melanjutkan pembangunan gedung tersebut pada 2023. “Rencananya sekitar Rp 5 sampai 6 miliar dari dana APBD. Itu akan dianggarkan tahun depan,” tuturnya.

Jika Klinik Pratama ini nanti jadi, maka pihaknya akan menempatkan minimal 4 dokter, kemudian ada perawat dan bidan nantinya. Lalu, puskesmas pembantu (pustu) yang sekarang, akan dijadikan mess petugas. “Ada standarnya kalau Klinik Pratama,” ujarnya.

Baca Juga :  KLU Salurkan Bantuan untuk Banjir Bima

Dengan hadirnya Klinik Pratama ini diharapkan dapat memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

Diketahui, selama ini, warga membayar mahal biaya berobat di klinik swasta di gili. Kalaupun mau mengakses puskesmas di Pemenang, maka harus menyeberang lautan. Butuh biaya besar lagi. Untuk itu, perlu fasilitas kesehatan memadai di pulau idaman wisatawan itu. (der)