Puskesmas Montong Betok Lakukan Gerebek Desa

Saiful Idris (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, berencana melakukan program Gerebek Desa, untuk mencari masyarakat yang belum memiliki toilet, sehingga daerahnya bisa menjadi Desa ODF, atau Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

“Di Kecamatan Montong Gading ini ada sebanyak 8 desa. Namun yang menjadi Desa STBM lima pilar atau Desa ODF hanya satu desa saja, yaitu Desa Pringga Jurang Utara. Sehingga kita akan terus tingkatkan, agar semua desa bisa menjadi Desa ODF,” tekat Kepala Puskesmas Montong Betok, Saiful Idris, Minggu (16/4).

Disampaikan, wilayah Kecamatan Motong Gading sendiri dapat dikatakan daerah yang dekat dengan sumber air. Namun justeru keberadaan sumber air yang mengalir itu membuat masyarakat buang air besar (BAB) di selokan, tanpa harus membuat jamban di rumah masing-masing. “Karena air dekat, masyarakat lebih memilih membuang air di selokan daripada di jamban,” ujarnya menyayangkan.

Masyarakat tidak mengetahui, bahwa dampak dari kotoran yang dibuang secara sembarangan itu akan merugikan kesehatan bagi warga lainnya yang ada di bawah aliran air.

Karena itu, melalui pendekatan yang dilakukan para kader-kader Posyandu desa setempat, perilaku membuang air sembarangan itu perlahan namun pasti mulai terhenti. Masyarakat mulai menyadari pentingnya membuat jamban pribadi di rumah masing-masing.

“Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Kecamatan Montong Gading, khususnya Desa Pesanggarahan, dahulu sebagian besar masyarakatnya tidak memiliki jamban. Namun berkat sosialisasi intens, saat ini masih tersisa sekitar 25 persen saja yang bekum memiliki jamban,” terangnya.

Agar target jamban yang tersisa sekitar 25 persen ini bisa tercapai, pihak Puskesmas melakukan kerjasama dengan Pemerintah Desa, akan memberikan bantuan kepada masyaraka yang belum memiliki jamban tersebut. ”Semua pihak dari kecamatan dan desa terus kita kordinasikan, agar program Desa ODF bisa berjalan,” harapnya.

Sesuai dengan Kepmenkes No. 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional STBM, pendekatan untuk merubah perilaku higien dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. “Yang ditekankan disini nantinya adalah tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman,  mengelola sampah dengan benar, dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman,“ jelasnya.

Dalam  pelaksanaan sambungnya, diawal banyak menyentuh daerah perdesaan, dan sekarang juga sudah mulai banyak dilakukan pendekatan di kawasan perkotaan.

Tahun 20152019 adalah tahun untuk mencapai target pembangunan jangka menengah. Dimana sesuai dengan Perpres No. 2 Tahun 2015 mengamanatkan  tahun 2019 seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan air minum dan sanitasi. ”Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut, adalah melalui pendekatan STBM,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid