Puskesmas Jerowaru Terlihat Kumuh

KUMUH: Kepala Puskesmas Jerowaru, Ahmat Rofi’i, menunjukkan genangan air bekas kolam dan tumpukan sampah di samping loket Puskesmas Jerowaru, yang membuat kumuh (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sebagai instansi yang melayani kesehatan, kebersihan bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) seharusnya dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Namun tidak demikian halnya dengan Puskesmas di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Alasan tidak ada anggaran, lubang menganga bekas kolam disamping loket Puskesmas hingga kini tak juga diratakan. “Lubang ini kan bekas kolam dulunya, dan sejak awal berdirinya Puskesmas ini belum ada dana untuk membeli tanah (uruk),” kata Kepala Puskesmas Jerowaru, Ahmat Rofi’i, menjelaskan kekumuhan di Puskesmasnya, Rabu (5/10).

Untuk mengatasi genangan air di bekas kolam itu, pihaknya mengaku telah membuat saluran air. Namun karena ada renovasi yang dilakukan oleh Puskesmas, kini galian saluran menjadi tertutup. ”Sebenarnya kita sudah membuat saluran air untuk menghindari genangan tersebut, akan tetapi tertutup,” akunya.

Selain genangan air, tampak tumpukan sampah di area Puskesmas juga menggunung, sehingga menimbulkan bau yang tak sedap. “Untuk tumpukan sampah ini sebenarnya tidak ada. Tapi kerena ada pembangunan disini, makanya banyak material yang jatuh, kemudian kita tumpuk disana,” kelitnya.

Terkait itu, pihaknya mengaku telah melakukan permohonan bantuan anggaran ke dinas terkait. Hanya saja, hingga kini belum ada tanggapan. Alasannya, karena anggaran pengadaan barang tidak ada, dan yang ada hanya anggaran untuk perehaban saja.

“Saya itu sudah berupaya meminta bantuan, dan dinas juga sudah melakukan upaya. Tapi belum bisa sampai disitu anggarannya. Andai saja dana itu ada, dari dulu sudah saya lakukan penimbunan,” paparnya.

Menimbun lubang bekas kolam tersebut lanjutnya, paling tidak diperlukan tanah uruk sekitar 250 dam truk. ”Saat ini yang dapat kami lakukan hanya berusaha membasmi kuman di genangan air, agar tidak menular ke masyarakat yang sedang berobat,” urainya.

Dijelaskan, saat ini jumlah kamar untuk pasien inap ada sebanyak 8 ruang. Namun karena Puskesmas Jerowaru tidak memiliki UGD, terpaksa menggunakan salah satu ruang rawat inap sebagai UGD. “Bukan hanya UGD yang kita tidak punya. Tapi ruang rawat jaga kita juga tidak punya, sehingga kita gunakan ruang rawat inap sebagai ruang jaga,”jelasnya seraya berharap perhatian pemerintah, agar berbagai permasahalan di Puskesmas Jerowaru bisa teratasi. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid