Pusat Pesta Bau Nyale Dialihkan

HM Suhaili FT
HM Suhaili FT.( M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Pusat perayaan pesta ‘bau nyale’ tak lagi di pantai Seger Kuta. Pemkab Lombok Tengah berencana memusatkan pesta tahunan itu di pantai Aan Sengkol.

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT mengatakan, perayaan ‘bau nyale’ tahun ini akan dikemas lebih meriah dan menarik. Terlebih event tahunan itu lokasinya berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Penetapan puncak bau nyale itu akan dilakukan besok melalui ‘sangkep warige’ di rumah adat sasak Ende Desa Sengkol. Akan dihadiri tokoh adat, tokoh budaya dan tokoh masyarakat. Namun untuk lokasi, rencananya akan dipusatkan di kawasan pantai Aan. Seperti hiburan maupun lainnya dan kalau untuk penangkapan nyale silakan bebas di pantai mana saja,” beber Suhaili, Jumat (10/1).

Alasan perubahan pusat lokasi ini, sambung Suhaili, karena beberapa pertimbangan.  Kawasan pantai Aan akan mampu menampung masyarakat banyak, infrastruktur jalan juga sudah sangat bagus, ada tempat parkir. Tidak hanya itu, kawasan pantai Seger itu sudah masuk menjadi kawasan Sirkuit MotoGP. Kalau tetap dipusatkan di pantai Seger, dikhawtirkan akan merusak pembangunan sirkuit. “Makanya bergeser sedikit untuk pusat hiburannya saja. Selain itu, yang harus diketahui bahwa ‘core event bau nyale’ ini tidak hanya menjadi event yang dilaksanakan Pemerintah Lombok Tengah saja., tapi sudah menjadi event nasional,” tegasnya.

Suhaili juga mengaku punya impian untuk pelaksaan rapat sangkep warige. Dia berharap sangkep itu tak hanya dihadiri warga Lombok Tengah saja, tapi juga warga NTB umumnya. Bisa dimulai dari masyarakat Bima hingga pojok Ampenan ikut melakukan sangkep warige NTB.  “Kalau itu bisa dilakukan, bagaimana indahnya. Bisa saja ini menjadi event Internasional. Nanti untuk pemantuanya oleh Gubernur NTB bisa dilakukan dengan mengunakan helikopter,” cetusnya.

Disampaikan juga, semua tokoh budayawan maupun adat NTB harus bersatu untuk ini. Karena penangkapan nyale ini bukan hanya di Lombok Tengah, tapi juga di Bima, Dompu, Sumbawa, dan Lombok Timur. Bahkan NTT juga ada penangkapan nyale. Sehingga Suhaili berharap agar jangan ada perbedaan tapi harus bersatu guna mengembangkan segala potensi yang ada. “Pada perayaan kali ini harus dikemas berberda dengan sebelumnya dan harus lebih sangat meriah. Bila perlu dalam puncak acara nantinya akan dihibur oleh sejumlah artis maupun band ibu kota papan atas. Jadi harus lebih meriah dong. Saya juga rencannya akan keliling pada malam pucak. Karena perayaanya bukan di pantai Aan saja, namun banyak titik yang digunakan oleh masyarakat,” terangnya.

Dengan semakin meriahnya pelaksanaan bau nyale ini, diharapkan mampu mendongkrak pariwisata NTB ke depannya.  Apalagi event sudah berdampak bagi ekonomi masyarakat. Tidak lupa pihaknya sangat berterima kasih kepada semua elemen, baik Pemprov NTB maupun pemerintah pusat yang telah mendukung kegiatan sehingga selalu bisa berjalan sukses.  “Dengan masuknya bau nyale sebagai event nasional. Maka diharapkan ke depan akan semakin meriah lagi. Namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan yang datang. Terlebih tradisi nau nyale ini  merupakan legenda turun menurun dari nenek moyang warga. Sehingga semua pihak harus tetap melestarikan,” terangnya.

Selain itu, pergelaran nyale ini bisa diamabil menjadi pembelajaran untuk mempersatukan masyarakat dan rela berkorban demi kemajuan masyarakat dan demi menjaga Kamtibmas. “Ke depan kami akan terus melaksanakan berbagai event untuk mempromosikan berbagai pariwisata. Kami juga mengharapkan agar pemerintah provinsi maupun pusat untuk tetap mendukung semua event yang dilaksanakan.  Bila pariwisata lebih maju, tentu perekonomian masyarakat juga akan terus bergerak,” tandasnya. (met)