Pusat Perbelanjaan Dibuka Demi Pemulihan Ekonomi

DIBUKA LAGI : Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh turun langsung untuk meninjau persiapan dibukanya lagi pusat perbelanjaan di Kota Mataram untuk menerapkan New Normal. (ALI/RADAR LOMBOK)
DIBUKA LAGI : Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh turun langsung untuk meninjau persiapan dibukanya lagi pusat perbelanjaan di Kota Mataram untuk menerapkan New Normal. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Tatanan baru atau penrapan ‘New Normal’ di Kota Mataram terus disiapkan di Kota Mataram. Salah satunya dengan membuka kembali pusat perbelanjaan maupun toko yang ditutup sebelum lebaran Idul Fitri 1441 H lalu. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh turun langsung ke Lombok Epicentrum Mall (LEM untuk memastikan kesiapan pusat perbelanjaan itu menerapkan protokol Covid-19 sesuai ketentuan.

“Kita ingin memastikan sebelum dibuka, pusat perbelanjaan ini menerapkan protokol Covid -19 atau tidak. Tadi kita lihat karyawan maupuan pengunjung wajib menggunakan masker. Tenan disini juga menyiapkan hand sanitizer, tempat duduknya juga sama-sama kita lihat sudah diatur,” kata Wali Kota Ahyar Abduh sesaat setelah mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut di Mataram, Selasa (2/6).

Wali Kota Ahyar juga memberikan peringatan dan meminta pusat perbelanjaan dibuka secara bertahap, tapi dengan tetap menerapkan disiplin protokol Covid-19 yang ketat. Jika tidak pihaknya siap melakukan evaluasi dengan menutup pusat perbelanjaan tersebut kembali.

“Kalau nanti mal atau toko yang tidak mengindahkan apa yang menjadi standar protokol Covid-19, bisa jadi kita tutup kembali. Apa yang saya lihat di sini supaya diketahui oleh masyarakat. Kita ingin protokol Covid-19 benar-benar diterapkan,’’ tegasnya.

Menurut Wali Kota Ahyar, pembukaan pusat perbelanjaan dan toko dilakukan secara bertahap. Untuk Hypermart memang tetap diizinkan untuk buka, karena tempat tersebut menjual kebutuhan pokok masyarakat. Pembukaan bertahap ini dengan memperhatikan nasib tenaga kerja yang cukup banyak.

Di mana jumlah tenaga kerjanya ada 4000 orang. Bisa dibayangkan kan itu banyak sekali jumlahnya. Tapi karena memang kondisi Covid-19, maka dengan berat hati harus tutup waktu itu sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Sekarang ini kita buka secara bertahap untuk mengembalikan roda ekonomi bergerak, tapi bukan berarti dengan bebas. Tapi semakin kita perketat lagi untuk melaksanakan protokol Covid-19,” ucapnya.  

Sementara itu, General Manajer (GM) LEM, Salim Abdad mengatakan, soal sosial distancing dan physical distancing, pihaknya sejak awal sebelum ditutup sudah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk menerapkan protokol Covid-19. Mulai dari alat pengukur suhu tubuh (thermo scan), kemudian hand sanitizer dan menyemprotkan disinfektan, lalu tenan yang siap bekerja sama dibuka.

“Tapi kita diminta buka lagi saat low sesion. Dari awal sebenarnya dari 20 April kita sudah siap menjalankan sesuai dengan protokol Covid-19. Kita lihat semua tenan sudah menentukan tempat duduk dimana, sehingga terjadi jaga jarak yang cukup baik. Kemudian diluar siapkan thermo scan disetiap pintu. Suhu tubuh juga tidak boleh di atas 37,5 derajat. Lebih dari itu kita tahan dan diperiksa lagi,” terangnya.

Pihaknya juga menerapkan double cek, karena di setiap tenan juga diperiksa lagi suhu tubuh pengunjung. Kemudian disiapkan lagi hand sanitizer, berlanjut ke kasir yang menerapkan jaga jarak saat konsumen membayar.

“Mudah-mudahan setelah kunjungan pak wali ini kita dapat sinyal untuk bisa buka bertahap. Kita sementara ini online semua. Hanya hypermart dan farmasi saja yang buka langsung,” jelasnya. (gal)