Pupuk Palsu Lambang PKI Beredar

DIAMANANKAN: Pupuk NPK Phoska milik H Umar Saleh ini diamankan aparat karena diduga palsu. (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Petani sebaiknya tetap waspada ketika membeli pupuk nonsubsidi, terutama di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Pasalnya, aparat penegak hukum menemukan peredaran pupuk nonsubsidi jenis NPK Phoska yang diduga palsu. Anehnya lagi, pada karung bagian atas kiri kanan pupuk tersebut terdapat lambang palu arit warna merah. Nyaris mirip dengan lambang Partai Komunis Indoensia (PKI) yang diharamkan di Indonesia.

Hasil penelusuran Radar Lombok, pupuk palsu ini ditemukan di sejumlah tempat di wilayah Lombok Tengah. Di antaranya di Dusun Jembe Desa Saba Kecamatan Janapria ditemukan sekitar 2 ton lebih, Desa Beleka dan Ganti Kecamatan Praya Timur ditemukan sekitar 3 ton. Selain itu, aparat juga menemukan pupuk nonsubsidi siap edar ini di UD Komala Indah Lingkungan Tiwu Asem Kelurahan Renteng Kecamatan Praya. Toko milik H Umar Saleh ditemukan anggota Babinsa Kelurahan Renteng, setelah mendapatkan laporan masyarakat.

Setelah ditelusuri, H Umar Saleh mendapatkan pasokan pupuk tersebut dari seorang pengecar bernama Rusdi asal Kediri Lombok Barat. Pupuk itu diproduksi CV Tani Subur Perkasa dengan distributor CV Dios Muda Utama. Kecurigaan aparat pertama kali ketika menemukan pupuk tersebut meleleh sebelum digunakan. Sehingga kuat dugaan bahwa pupuk tersebut palsu.

Babinsa Kelurahan Renteng, Mukhsin menuturkan, pihaknya pertama kali menemukan pupuk palsu itu berdarasarkan laporan masyarakat, Selasa (27/12). Setelah memeriksa laporan tersebut, ternyata juga ditemukan ada kejanggalan pada karung dengan gambar palu arit. Sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan atas temuan itu.

Mukhsin mengaku, pihaknya harus mengecek satu persatu agen pupuk di Kelurahan Renteng. Baru kemudian menemukan UD milik H Umar Saleh yang menjual pupuk tersebut. Di kios itu, anggota menemukan ada 26 karung pupuk nonsubsidi jenis NPK Phoska. ‘’Rencananya pupuk ini mau kita amankan sebagai barang bukti,’’ ungkap Mukhsin, kemarin (28/12).   

Untuk sementara, Mukhsin mengaku hanya akan mengamankan barang bukti tersebut. Semenara pemiliknya H Umar Saleh hanya akan dimintai keterangan saja dari mana ia mendapatkan pupuk tersebut. ‘’Pupuknya kita tahan, sedangkan pemiliknya kita hanya akan mintai keterangan saja,’’ tandasnya.

Pemilik UD Komala Indah, H Umar Saleh mengaku, mendapatkan pupuk yang diduga palsu itu dari Rusdi asal Kediri Lombok Barat. Tokonya berada di Blok B pasar Kediri. Rusdi merupakan langganan pengecer pupuk setiap tahunnya selama ini. ‘’Untuk musim tanam tahun ini kalau tidak salah saya mengambil pupuk dua kali sama Pak Rusdi ini,’’ bebernya.

Pertama Umar mengaku mengambil 5 kuintal. Sedangkan kedua kalinya Umar mengambil 1,5 ton. Sebagiannya sudah terjual dan masih tersisa 26 karung atau 1,3 ton. Terkait adanya gambar palu arit, Umar mengaku tidak tahu dan baru kali ini menyadarinya. Ia juga baru pertama kali harus berurusan dengan aparat selama menjual pupuk selama ini.  “Saya benar-benar tidak tahu dengan lambang ini. Kalau bapak-bapak tidak datang dan menjelaskan, baru saya tahu makna gambar ini,” katanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Lombok Tengah, H Nasrun yang dikonfirmasi wartawan mengaku tidak tahu soal peredaran pupuk palsu ini. ‘’Kami belum terima laporannya. Tapi kalau memang ada akan kami cek,’’ katanya singkat.

Ditambahkan Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H Lalu Herdan mengatakan, jika dilihat dari bentuk ejaan antara pupuk NPK asli, maka terdapat perbedaan. Pada pupuk asli terdapat tulisan phonska, sedangkan pada pupuk palsu ini bertuliskan phoska. Sehingga kuat dugaan yang bertuliskan phoska adalah pupuk palsu.

Karenanya, Herdan mengimbau, agar masyarakat tetap waspada dalam membeli pupuk nonsubsidi. Jangan sampai membeli pupuk palsu sehingga akan merugikan masyarakat itu sendiri. ‘’Kita tetap mengimbau agar masyarakat waspada dalam membeli pupuk,’’ imbuhnya. (cr-ap)