Pupuk Langka, Mahasiswa Demo Gubernur

Massa aksi dari gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Petani (GEMPA) NTB berunjuk rasa di depan kantor Gubernur NTB,Jumat (10/12/2021).( Faesal/radarlombok.co.id)

MATARAM – Massa aksi dari gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Petani (GEMPA) NTB berunjuk rasa di depan kantor Gubernur NTB,Jumat (10/12/2021).

Kehadiran massa aksi ingin menyampai berbagai persoalan yang tengah terjadi di NTB. Khususnya soal pertanian, mulai soal permasalah kelangkaan pupuk bagi petani yang menjadi isu rutin terjadi setiap tahunnya. Persoalan ini menjadi isu klasik yang selalu menjadi permasalahan yang disuarakan petani di NTB.

Massa menyoroti Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk di lapangan memiliki gap yang tinggi dari yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Kemudian soal permasalahan distribusi yang tidak merata dan tidak sesuai dengan jadwal oleh para stakeholder pupuk di NTB. Selanjutnya, pendataan penerima manfaat dari jumlah petani dengan ketersediaan pupuk yang ada sehingga di lapangan sering terjadi kekurangan pupuk dan harus mengusulkan penambahan. Permasalahan data ini selalu menjadi isu krusial dalam rangka akses dan distribusi manfaat ke masyarakat termasuk juga dalam permasalahan penerima manfaat pupuk untuk petani.

BACA JUGA :  Anggota Dewan Diminta Kembalikan Uang

Massa menuding kepemimpinan Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) gagal dalam menjawab persoal tersebut. “Sampai sekarang persoalan petani belum dapat diselesaikan. Katanya NTB Gemilang tapi realita yang terjadi motto gemiling hanya sebatas kata. Buktinya masyarakat masih sengsara hingga saat ini,”ujar salah satu perwakilan massa dalam orasinya.

Orasi juga disampaikan salah satu masa akasi perwakilan perempuan, Elwani dari KAMMI Mataram. Dia menyebutkan, narasi yang dibangun gubernur dan wakil gubernur dalam menjawab permasalahan yang ada di NTB masih sebatas omong kosong. Soal permasalahan petani yang setiap tahun muncul, Elwani menuding gubernur dan wakil gubernur tidak mampu menghadirkan solusi. “Hanya narasi kosong dan basi yang ditawarkan mereka,”tegasnya.

BACA JUGA :  Muzihir Anggap Wajar Anggaran Pembelian Randis Rp 16 Miliar

Aksi mahasiswa dikawal ketat oleh aparat kepolisian Polresta Mataram dan Satpol PP Setda NTB. Massa aksi mencoba mendombrak pintu masuk kantor gubernur, namun terhalang kuatnya penjagaan dari aparat keamanan.

Hingga pukul 11:18 Wita massa aksi masih berlangsung seraya meminta ada perwakilan gubernur hadir menemui mereka. “Kita jangan sampai mudur dari gerakan, sebelum ada perwakilan gubernur datang menemui kami. Setidaknya Sekda bukan staf ahli karena mereka belum ada bukti kerjanya,”tegas Amrin. (sal)