Pupuk Bersubsidi untuk Petani Tembakau Ditiadakan

DITIADAKAN: Petani tembakau di Lombok Timur tidak lagi mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Hal itu disebabkan karena alokasi pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah pusat untuk Lombok Timur berkurang. ( DOK/RADAR LOMBOK)

SELONG – Pemerintah pusat mengurangi jatah pupuk bersubsidi untuk semua daerah termasuk Lombok Timur. Kondisi ini menyebabkan sebagian petani tidak akan  lagi mendapat jatah pupuk bersubsidi. Diantaranya petani tembakau dan tomat.

Diketahui untuk tahun 2023 jumlah pupuk subsisidi yang dialokasikan pemerintah pusat untuk para petani di Lombok Timur mengalami pengurangan. Dari 71 persen jumlah alokasi pupuk subsidi yang diberikan tahun  2022  berkurang menjadi 40.05 persen. “Jumlah pupuk yang dialokasikan untuk Lombok Timur saat ini tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan pupuk di Lombok Timur ” kata Kabid PSP Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi, kemarin.

Jenis pupuk bersubsidi yang akan diberikan pemerintah pusat di tahun 2023 mendatang hanya dua jenis yaitu NPK dan Urea.  Di luar itu subsidinya telah ditarik. “Pupuk yang hilang subsidinya itu ZA, Organik dan pupuk-pupuk lainnya di luar pupuk NPK dan pupuk Urea. Selain jenis pupuk, jenis komoditas yang mendapatkan subsidi juga ikut mengalami pengurangan, dari 70 jenis komoditi yang di subsisidi kini menjadi 9 jenis komoditi saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Masyarakat Miskin Digratiskan Berobat di RSUD NTB

Dari sisi sektor tanaman, tanaman yang mendapatkan pupuk subsisidi diklasifikasikan menjadi tiga subsektor diantaranya ialah subsektor tanaman pangan, subsektor perkebunan dan subsektor tanaman hortikultura.”Pada sektor tanaman pangan, tanaman yang mendapatkan subsidi hanya padi kedelai dan tanaman jagung, di luar tanam itu tidak diberikan subsidi,” ucapnya.

Sementara untuk tanaman hortikultura,  tanaman yang mendapatkan subsidi ialah bawang merah, bawang putih dan cabai. Di luar itu tidak dapat subsidi. Sementara dari subsektor perkebunan tanaman yang dapat disubsidi hanya tanaman kopi, kakao dan tebu.”Hanya 9 jenis komoditi yang disubsidi, di luar sembilan itu tidak disubsidi seperti tembakau, tomat, nanas dan lainnya itu tidak disubsidi, peraturan ini sebenarnya sudah berjalan sejak bulan Juni lalu,” imbuhnya.

Baca Juga :  FKKD NTB Tolak Perpres 104

Pada tahun 2023 alokasi pupuk subsisidi jenis Urea untuk Lombok Timur hanya 18.009 ton. Sementara untuk pupuk NPK sebesar 15.484 ton dan pupuk NPK formula hanya 275 ton. Dibandingkan dengan jumlah kouta pupuk subsidi yang didapatkan pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah kouta yang didapatkan Lombok Timur pada tahun 2023 sangat minim. Sementara jumlah kebutuhan pupuk di Lombok Timur sangat besar. ‘ Namun di pertengahan atau awal tahun kita akan terus bersurat kepada pemerintah pusat jika ketersedian pupuk subsidi sudah mulai berkurang. Saat ini dasar pendistribusian pupuk itu tidak lagi berdasarkan E-RDKK namun berdasarkan E-Alokasi. Tapi dasar kita mengajukan itu tetap E-RDKK,”  tutupnya. (lie)

Komentar Anda